Tim Palawa Unpad Mulai Selusuri Gua di Laos

Kompas.com - 09/12/2011, 09:24 WIB
|
EditorMarcus Suprihadi

JAKARTA, KOMPAS.com- Tim ekspedisi "Indonesia-Padjadjaran Gigantic River Cave Expedition 2011" Perhimpunan Mahasiswa Pecinta Alam Palawa Unpad dan Yayasan Palawa Indonesia, Kamis kemarin, memulai penelusuran Gua Khoun Xe, Thakaek, Laos.

"Kegiatan hari pertama ekspedisi dilakukan dengan penelusuran gua menggunakan perahu karet melawan arus," kata Juru bicara Indonesia-Padjadjaran Gigantic River Cave Expedition 2011, Ario PB Rachman, di Viantiane, Laos. Tim tim ekspedisi memulai penelusuran pada pukul 08.00 WIB waktu setempat dari desa terakhir Ban Non Phing yang berjarak sekitar satu kilometer menuju mulut gua," katanya melalui surat elektronik kepada Kompas, Jumat (9/12/2011).

Kondisi arus yang cukup kencang, membuat perjalanan dari mulut gua menuju pintu ke luar gua akan memakan waktu sekitar enam jam dan harus mengangkat perahu atau portaging sebanyak empat kali. Sebab, banyak rintangan atau boulder.

Untuk kembali ke pintu masuk gua, dibutuhkan waktu sekitar tiga jam karena mengikuti arus sungai dalam gua. "Hingga sekitar pukul 21.00 waktu setempat, tim sudah tiba di posko atau Desa Ban Non Phing kembali," katanya.

Rencananya, kegiatan hari kedua ekspedisi ini berupa pendokumentasian. Ario menambahkan, Gua Khoun Xe merupakan goa yang dialiri sungai Gigantic, yaitu sungai bawah tanah yang alirannya terbesar di dunia dengan panjang sungai sekitar delapan kilometer.

"Itulah yang menjadi pertimbangan dipilihnya untuk ekspedisi ke gua tersebut, karena fakta itu baru terungkap pada tahun 2006. Jadi kemungkinan masih banyak yang belum mengetahui," katanya. Selain itu, yang menjadi pertimbangan lainnya adalah goa Khoun Xe merupakan kawasan karst yang masih terjaga kealamiannya.

Ia menambahkan, kawasan karst di Gua Khoun Xe Laos masih menggunakan konservasi secara tradisional, yaitu dengan menganggap kawasan tersebut sebagai kawasan sakral, sehingga kondisi alam dan debit air masih sangat terjaga.

"Jarak dari Thakaek ke Ban Non Phin yang menjadi desa terakhir menuju mulut gua sekitar 158 kilometer. Waktu tempuh sekitar enam jam dengan kondisi jalan yang agak ekstrem di 18 kilometer terakhir," katanya. Rencananya ekspedisi akan berakhir pada 14 Desember 2011 mendatang. (*)



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X