Siswa SMK 29 Jakarta Rakit Pesawat Terbang - Kompas.com

Siswa SMK 29 Jakarta Rakit Pesawat Terbang

Kompas.com - 06/01/2012, 11:13 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Prestasi membanggakan kembali diukir para pelajar sekolah menengah kejuruan (SMK) di DKI Jakarta. Kali ini, para pelajar SMK 29 Jakarta atau dulu lebih dikenal dengan sebutan STM Penerbangan mampu merakit pesawat ringan eksperimental Jabiru J 430 bermesin tunggal dengan piston 6 silinder dan berkapasitas 4 tempat duduk.

Perakitan dilakukan di halaman sekolah mereka, yang berlokasi di Jalan Prof Sutono, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Selama melakukan perakitan, para siswa didampingi para instrukturnya yang berasal dari maskapai penerbangan Garuda Indonesia Airways, Lion Air, TNI Angkatan Udara (AU), serta Federasi Aerosport Indonesia.

Saat ini, proses perakitan pesawat telah mencapai 95 persen dan diprediksi pada akhir Januari nanti akan rampung. Pesawat Jabiru ini memiliki panjang 8 meter dengan lebar bentang sayap mencapai 10 meter. Adapun bobot pesawat memiliki berat sekitar 200 kilogram. Pesawat ini memiliki empat tempat duduk dan diklaim mampu terbang hingga Pulau Bali dan Malaysia.
 
Kepala Bidang Pendidikan SMK Dinas Pendidikan DKI Jakarta Rita Aryani mengatakan, perakitan pesawat ini membutuhkan waktu lebih kurang tiga bulan. Saat ini, prosesnya sudah berlangsung dua bulan. Pada akhir Januari nanti, pesawat ini diprediksi akan selesai dan diluncurkan pada bulan Februari 2012.

Para pelajar yang merakit pesawat ini adalah siswa kelas dua dan kelas tiga dari jurusan Air Frame dan Power Plant. Sejauh ini, SMKN 29 ini merupakan satu-satunya sekolah di Jakarta yang berhasil merakit pesawat.
 
"Perakitan pesawat ini dibagi dalam beberapa tim dan dibutuhkan waktu sekitar 3 bulan untuk merakitnya. Seluruh komponen pesawat ini didatangkan dari Australia dengan biaya yang ditanggung Direktorat Pembinaan SMK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan," ujar Rita Aryani, seperti dikutip beritajakarta.com, Kamis (5/1/2012).

Rita menyebutkan, saat ini SMKN 29 telah menandatangani nota kesepahaman dengan Garuda Indonesia Airways dan Lion Air. Setelah lulus, para siswanya yang memenuhi persyaratan dapat langsung diterima bekerja di dua maskapai penerbangan tersebut. Nantinya, mereka dapat bekerja sebagai tenaga maintenance hingga pilot.

"Tentu kami berharap, para siswa tidak hanya mendapatkan ilmu di sekolah, tetapi dapat mempraktikkan ilmunya dan berguna bagi masyarakat," ujar Rita.


EditorInggried Dwi Wedhaswary

Terkini Lainnya

Peti Matinya Dihancurkan, Lansia di China Dapat Kompensasi Rp 2 Juta

Peti Matinya Dihancurkan, Lansia di China Dapat Kompensasi Rp 2 Juta

Internasional
Mulai Tahun Ini, Calon Jemaah Haji yang Meninggal Dunia Bisa Digantikan Keluarganya

Mulai Tahun Ini, Calon Jemaah Haji yang Meninggal Dunia Bisa Digantikan Keluarganya

Nasional
Kepada Sudirman, Ganjar Minta Diajari Buka 5 Juta Lapangan Kerja dalam 5 Tahun

Kepada Sudirman, Ganjar Minta Diajari Buka 5 Juta Lapangan Kerja dalam 5 Tahun

Regional
Partai Hijau di Australia Desak Legalisasi Ganja

Partai Hijau di Australia Desak Legalisasi Ganja

Internasional
Kekuatan Jokowi Untuk Pilpres 2019 Dianggap Lebih Besar Daripada 2014

Kekuatan Jokowi Untuk Pilpres 2019 Dianggap Lebih Besar Daripada 2014

Nasional
Kasus Korupsi Berlian Rp 208 Triliun, Parlemen Zimbabwe Panggil Mugabe

Kasus Korupsi Berlian Rp 208 Triliun, Parlemen Zimbabwe Panggil Mugabe

Internasional
Tertimpa Boneka Beruang saat Tidur, Bayi 18 Bulan Meninggal

Tertimpa Boneka Beruang saat Tidur, Bayi 18 Bulan Meninggal

Internasional
Politisi PDI-P Sebut Jokowi dan Prabowo Bisa Bersatu, Asalkan...

Politisi PDI-P Sebut Jokowi dan Prabowo Bisa Bersatu, Asalkan...

Nasional
Ida Fauziyah Sebut Perempuan Paling Banyak Terdampak Kemiskinan di Jateng

Ida Fauziyah Sebut Perempuan Paling Banyak Terdampak Kemiskinan di Jateng

Regional
Para Perempuan Pengelola Sampah untuk Selamatkan Bumi

Para Perempuan Pengelola Sampah untuk Selamatkan Bumi

Regional
Sandiaga Bantah Bahas Bersatunya Jokowi-Prabowo Saat Bertemu Ketum PPP

Sandiaga Bantah Bahas Bersatunya Jokowi-Prabowo Saat Bertemu Ketum PPP

Nasional
Berteduh di Pos Ronda, Warga Sukabumi Diduga Tewas Tersambar Petir

Berteduh di Pos Ronda, Warga Sukabumi Diduga Tewas Tersambar Petir

Regional
Kota di AS Larang Polisinya Berlatih dengan Militer Israel

Kota di AS Larang Polisinya Berlatih dengan Militer Israel

Internasional
Dilarang ke Pesta Ultah Teman, Gadis 14 Tahun Lompat dari Lantai 15

Dilarang ke Pesta Ultah Teman, Gadis 14 Tahun Lompat dari Lantai 15

Internasional
Ganjar Tepis Anggapan soal Keterlambatan Pengadaan E-KTP di Jateng

Ganjar Tepis Anggapan soal Keterlambatan Pengadaan E-KTP di Jateng

Regional
Close Ads X