Guru Kok Tega "Merusak" Siswinya

Kompas.com - 18/01/2012, 06:41 WIB
EditorHertanto Soebijoto

TANGERANG, KOMPAS.com - Guru seharusnya bisa menjadi panutan bagi anak didiknya. Tetapi, ulah Sofiandi (27), guru honorer di Sekolah Dasar Negeri 3 Larangan Selatan, Kota Tangerang, Banten, ini pantas dikecam.

Tindakannya mengajak Pu (14), siswi kelas 2 sebuah MTs (setingkat SMP) di Kota Tangerang, berhubungan badan layaknya pasangan suami istri di ruang kelas 6 di SDN 1 Larangan Selatan pada malam hari telah mencoreng dunia pendidikan sekaligus merusak masa depan siswi itu.

Senin (16/1) sekitar pukul 20.00, warga memergoki Sofiandi yang mengajar olahraga dan pramuka tengah menelanjangi Pu di salah satu bangku ruangan kelas itu.

Sontak warga yang sejak awal sudah membuntuti kedua orang tersebut marah. Setelah puas melampiaskan amarahnya sehingga Sofiandi babak belur, warga menggiring guru honorer itu ke Kantor Polrestro Tangerang Kota.

Sementara Pu dikembalikan kepada kedua orangtuanya yang tinggal di daerah Ceger, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan.

Kejadian itu berawal ketika Sofiandi dan Pu terlihat masuk ke halaman sekolah dan menuju ke ruang kelas 6 pada Senin malam. Warga yang sudah menaruh curiga atas perilaku kedua orang berbeda jenis kelamin tersebut, yang sering masuk dalam gedung sekolah pada malam hari, menjadi makin berprasangka. Warga kemudian mengintip apa yang dikerjakan kedua orang itu dalam ruangan tersebut.

”Mereka sudah beberapa kali terlihat masuk ke gedung sekolah. Pertama kali melihat mereka, kami tidak curiga. Akan tetapi, karena sudah keseringan terjadi, kami jadi curiga dengan apa yang sebenarnya mereka lakukan di salah satu ruang kelas sekolah itu,” kata Wisnu, warga RT 04 RW 04 Larangan, Selasa siang.

Darwis, warga lainnya, mengatakan, guru yang tinggal di Jalan Raya Ceger itu mengaku sudah tiga kali meniduri Pu dalam ruangan kelas itu.

Sementara Pu mengaku mau melakukannya dengan iming- iming bisa menjadi kekasih dan siap bertanggung jawab atas perbuatannya.

Tidak mengajar

Kepada wartawan, Kepala SDN Larangan 3 Abdul Rohman mengatakan, Sofiandi sudah tidak mengajar lagi di sekolahnya. Sofiandi sudah dipecat dari sekolah itu sejak 23 Desember 2011. Sofiandi bekerja sejak tahun 2002 sebagai guru honorer.

”Dulu memang dia mengajar di sini, tetapi dipecat karena tidak disiplin dan tak bertanggung jawab atas pekerjaannya,” kata Abdul.

Abdul mengaku tidak tahu-menahu tentang peristiwa tersebut.

”Saya baru dapat kabar soal peristiwa mesum itu dari guru lain pada pagi ini. Tapi, bagaimana cerita sebenarnya, saya tidak tahu persis ceritanya,” lanjutnya.

Halawi, Pelaksana Tugas Kepala SDN 1 Larangan Selatan, mengatakan, sekolahnya sudah memiliki petugas yang menjaga keamanan sekolah. Selain itu, ruang kelas di sekolah tersebut juga selalu dikunci seusai pelajaran sekolah.

”Saya juga tidak paham mengapa perbuatan mesum itu bisa dilakukan di dalam kelas di sekolah ini,” kata Halawi.

Terlepas dari kelalaian pengamanan di sekolah tersebut, Halawi mengaku sangat terpukul dengan peristiwa yang terjadi di sekolahnya itu.

Hukum

Anna, ibu Pu, mengatakan tidak bisa menerima perlakuan guru tersebut terhadap putrinya. ”Seharusnya di sekolah itu ada penjaganya,” katanya.

Ia juga meminta agar polisi menghukum guru tersebut dengan hukuman yang setimpal.

Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polrestro Tangerang Kota Ajun Komisaris Miarsih membenarkan terjadinya peristiwa itu.

”Pelaku sudah diamankan dan sekarang dalam penanganan polisi. Ia akan diperiksa sesuai dengan aturan yang ada,” ujar Miarsih.

Menurut dia, pelaku akan dikenai Pasal 82 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Pelanggaran atas aturan ini dapat diancam dengan hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Zainudin mengatakan, pihaknya belum mendapat laporan tersebut.

”Saya belum bisa memberikan keterangan mengenai tindakan yang harus diberikan sebagai sanksi kepada guru itu karena saya belum tahu kejadiannya dan apa kesalahannya,” kata Zainudin.

Apa jadinya masa depan anak bangsa ini kalau sang guru yang seharusnya mendidik dan menjadi panutan bagi mereka justru menjadi penghancur masa depan sang anak? (Pingkan elita dundu)

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.