Guru Honorer Semakin Mumet

Kompas.com - 20/02/2012, 12:38 WIB
|
EditorMarcus Suprihadi

JAKARTA, KOMPAS.com Guru-guru honorer semakin mumet. Selain tak ada kepastian pengangkatan jadi calon pegawai negeri sipil, jam mengajar di sekolah justru dikurangi.

"Sejak ada kebijakan sertifikasi guru, para guru honorer jadi korban. Jam mengajar dikurangi karena guru PNS butuh tambahan mengajar 24 jam supaya bisa disertifikasi," kata Panan (53), guru honorer di SMAN Kasiman Bojonegoro, Jawa Timur, di tengah-tengah unjuk rasa guru dan tenaga pendidik honorer se-Indonesia di depan Istana Negara, Jakarta, Senin (21/2/2012).

Menurut Panan, yang mengajar Pendidikan Kewarganegaraan (PKN), sejak 2008 jam mengajarnya berkurang. Sekarang hanya tinggal empat jam untuk satu hari. Gajinya pun jadi Rp 160.000 saja.

"Tadinya sebelum ada sertifikasi, saya bisa mengajar tiga sampai empat hari. Sekarang sudah berkurang. Kepala sekolah mendahulukan guru PNS," ujar ayah empat anak ini.

Panan merasa geram karena kesejahteraan guru PNS terus meningkat, sedangkan guru honorer semakin tertindas. "Saya datang ke Jakarta, berharap Presiden segera mengesahkan RPP tenaga honorer jadi PNS supaya kami ada perbaikan kesejahteraan," ujar Panan.

Untuk menyambung hidup keluarga, Panan berjuang dengan cara mencicil membeli sapi. Kemudian, sapi dipelihara hingga besar dan siap dijual.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.