Peluang Berburu Beasiswa ke Selandia Baru - Kompas.com

Peluang Berburu Beasiswa ke Selandia Baru

Kompas.com - 24/02/2012, 09:43 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Selandia Baru membuka kesempatan kepada mahasiswa Indonesia lulusan S-1 untuk melanjutkan studi master dan doktoral di negara tersebut. Stijn Te Strake, Senior Adviser ENZ, mengatakan, Indonesia merupakan salah satu negara yang pertumbuhan ekonominya pesat di dunia. Sementara, menurutnya, Selandia Baru adalah salah satu sektor pendidikan yang paling dinamis, sehingga banyak keserasian antar keduanya.

Kesempatan studi itu diberikan melalui New Zealand-ASEAN Scholars Award (NZ-AS) yang merupakan program beasiswa dari Selandia Baru bagi kandidat asal negara-negara ASEAN. Jenjang pendidikan yang bisa ditempuh S-2 dan S-3.

Sebanyak 50 beasiwa ditawarkan untuk Indonesia. Beasiswa yang diberikan oleh Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Selandia Baru (MTAF) melalui New Zealand Aid Programme ini mengharapkan, para kandidat mampu memaparkan relevansi program studi yang dipilih sesuai dengan kebutuhan dan strategi pembangunan di Indonesia.

Beasiswa New Zealand-ASEAN Scholars Award memfokuskan pada bidang pertanian, geothermal, dan penanggulangan resiko bencana.

Apa saja kualifikasinya?

Beasiswa diprioritaskan:
- Calon pelamar dengan latar belakang kandidat dari Indonesia bagian Timur untuk mengembangkan dan memanfaatkan kesempatan yang ada untuk pembangunan di wilayah tersebut.
- Diprioritaskan yang berasal dari institusi pemerintah, baik dari Kementerian Pertanian, Kementerian Kehutanan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Pariwisata, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Lingkungan Hidup, dan lain-lain.
- Memiliki kemampuan bahasa Inggris dengan nilai TOEFL minimal 513, memiliki gelar akademik yang kut dan relavan sesuai kualifukasi yang diajukan, dan minimal memiliki pengalaman kerja 2 tahun.
 
Fasilitas yang ditawarkan dalam program beasiwa:
- Tiket pulang-pergi;
- Biaya pendidikan penuh;
- Tunjangan uang saku;
- Biaya hidup sehari-hari;
- Asuransi kesehatan dan perjalanan.

Bagi yang berminat, pendaftaran dibuka hingga 11 April 2012. Kandidar terpilih akan diberangkatkan ke Selandia Baru pada Februari atau Juni 2013, untuk menjalani studi di salah satu dari delapan universitas di negara tersebut, antara lain Auckland University of Technology (AUT), Lincoln University, Massey University, University of Auckland, University of Canterbury, University of Otago, Victoria University of Wellington dan University of Wakaito, dan Unitec Institute of Technology.

Informasi lebih lanjut mengenai beasiswa ini, silakan kunjungi situs web http://www.nzembassy.com/indonesia


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorInggried Dwi Wedhaswary

    Terkini Lainnya

    Peti Matinya Dihancurkan, Lansia di China Dapat Kompensasi Rp 2 Juta

    Peti Matinya Dihancurkan, Lansia di China Dapat Kompensasi Rp 2 Juta

    Internasional
    Mulai Tahun Ini, Calon Jemaah Haji yang Meninggal Dunia Bisa Digantikan Keluarganya

    Mulai Tahun Ini, Calon Jemaah Haji yang Meninggal Dunia Bisa Digantikan Keluarganya

    Nasional
    Kepada Sudirman, Ganjar Minta Diajari Buka 5 Juta Lapangan Kerja dalam 5 Tahun

    Kepada Sudirman, Ganjar Minta Diajari Buka 5 Juta Lapangan Kerja dalam 5 Tahun

    Regional
    Partai Hijau di Australia Desak Legalisasi Ganja

    Partai Hijau di Australia Desak Legalisasi Ganja

    Internasional
    Kekuatan Jokowi Untuk Pilpres 2019 Dianggap Lebih Besar Daripada 2014

    Kekuatan Jokowi Untuk Pilpres 2019 Dianggap Lebih Besar Daripada 2014

    Nasional
    Kasus Korupsi Berlian Rp 208 Triliun, Parlemen Zimbabwe Panggil Mugabe

    Kasus Korupsi Berlian Rp 208 Triliun, Parlemen Zimbabwe Panggil Mugabe

    Internasional
    Tertimpa Boneka Beruang saat Tidur, Bayi 18 Bulan Meninggal

    Tertimpa Boneka Beruang saat Tidur, Bayi 18 Bulan Meninggal

    Internasional
    Politisi PDI-P Sebut Jokowi dan Prabowo Bisa Bersatu, Asalkan...

    Politisi PDI-P Sebut Jokowi dan Prabowo Bisa Bersatu, Asalkan...

    Nasional
    Ida Fauziyah Sebut Perempuan Paling Banyak Terdampak Kemiskinan di Jateng

    Ida Fauziyah Sebut Perempuan Paling Banyak Terdampak Kemiskinan di Jateng

    Regional
    Para Perempuan Pengelola Sampah untuk Selamatkan Bumi

    Para Perempuan Pengelola Sampah untuk Selamatkan Bumi

    Regional
    Sandiaga Bantah Bahas Bersatunya Jokowi-Prabowo Saat Bertemu Ketum PPP

    Sandiaga Bantah Bahas Bersatunya Jokowi-Prabowo Saat Bertemu Ketum PPP

    Nasional
    Berteduh di Pos Ronda, Warga Sukabumi Diduga Tewas Tersambar Petir

    Berteduh di Pos Ronda, Warga Sukabumi Diduga Tewas Tersambar Petir

    Regional
    Kota di AS Larang Polisinya Berlatih dengan Militer Israel

    Kota di AS Larang Polisinya Berlatih dengan Militer Israel

    Internasional
    Dilarang ke Pesta Ultah Teman, Gadis 14 Tahun Lompat dari Lantai 15

    Dilarang ke Pesta Ultah Teman, Gadis 14 Tahun Lompat dari Lantai 15

    Internasional
    Ganjar Tepis Anggapan soal Keterlambatan Pengadaan E-KTP di Jateng

    Ganjar Tepis Anggapan soal Keterlambatan Pengadaan E-KTP di Jateng

    Regional
    Close Ads X