Membahas Pendidikan Tak Hanya dari "Kacamata" Jakarta

Kompas.com - 27/02/2012, 10:23 WIB
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com - Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) 2012 resmi dibuka oleh  Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh, Senin (27/2/2012), di Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan, Kemdikbud, Bojongsari, Depok, Jawa Barat.

Dalam sambutannya, Nuh mengatakan, RNPK 2012 akan membahas beberapa topik utama. Antara lain rintisan wajib belajar 12 tahun atau diistilahkan dengan pendidikan universal 12 tahun, pembangunan infrastruktur sekolah rusak dengan pola swakelola, perhatian pada daerah 3T (terluar, terdepan, dan tertinggal), peningkatan mutu guru, pembangunan bidang kebudayaan, dan lain sebagainya.

"Untuk beberapa program itu pihak kementerian memang telah memiliki konsep. Melalui Rembuknas kami ingin membicarakannya sekaligus menerima masukan, serta saran dari semua pemangku kepentingan. Kami tidak ingin kebijakan kami menjadi 'top down' dan berdasarkan 'kacamata' Jakarta saja," ujarnya.

Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap tahun ini, kata Nuh, bukan sekadar seremonial. Rembuknas merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam mengkomunikasikan dan merencanakan program-program unggulan dan strategis di lingkungan Kemdikbud.

"Ini bukan acara seremonial, dan untuk pertama kalinya sejak reformasi bergulir bidang kebudayaan masuk menjadi topik bahasan di dalam Rembuknas," ujarnya.

Ia berharap, RNPK memberikan makna signifikan terhadap pembangunan pendidikan secara keseluruhan. Misalnya, anggaran pendidikan yang cukup besar dapat direncanakan bersama-sama di tingkat pusat agar dapat disalurkan ke daerah dengan tepat dan cepat.
 
Seperti diberitakan, RNPK juga akan membahas topik lainnya di masing-masing pleno. Di antaranya meliputi pembahasan tentang pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Non Formal, perluasan akses pendidikan dasar bermutu, desentralisasi pendidikan dan penguatan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI), pengembangan dan perlindungan bahasa, serta integrasi kebudayaan dalam pendidikan.

RNPK 2012 diikuti sekitar seribu peserta yang terdiri dari pejabat Kemdikbud, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemdikbud di daerah, Rektor/Direktur Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Koordinator Kopertis, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota, Dean Pendidikan Tinggi, Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) dan Badan Akreditasi Nasional (BAN), Atase Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia di Luar Negeri, dan lain-lain.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.