Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Biaya Kuliah Mahal, Mahasiswa Nekat Curi Laptop

Kompas.com - 29/02/2012, 00:06 WIB
|
EditorLaksono Hari W

MALANG, KOMPAS.com — Berdalih tak punya uang untuk membayar kuliah, Dedy Oktaviano (24) nekat mencuri laptop mahasiswa di sebuah perguruan tinggi di Kota Malang, Jawa Timur. Warga Dusun Glatik, RT 04 RW 04, Desa Watesnegoro, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, ini juga menyikat TV LCD dengan alasan yang sama.

Kepala Polsekta Klojen, Kota Malang, Komisaris Kartono mengatakan, pelaku mengaku mencuri laptop karena tak ada uang membiayai kuliah. Pelaku mencuri laptop milik Aditya Fadly (22), mahasiswa warga Jalan AR Hakim, Kelurahan Kauman, Kecamatan Klojen, Kota Malang, pada Sabtu 18 Februari 2012. Pelaku juga mengaku mencuri TV LCD milik Yeris Agustina (25), warga Jalan Kendalsari, Kota Malang, pada 19 Februari lalu. Pelaku tinggal di rumah indekos Jalan Kendalsari VI Kecamatan Lowokwaru, Malang.

"Pelaku mencuri laptop setelah korban sedang tak ada di kamar kosnya. Korban keluar untuk membantu orangtuanya yang berjualan di sebuah warung tak jauh di tempat kos korban," kata Kartono, Selasa (28/2/2012).

Kartono mengatakan, sebelum melakukan aksinya, pelaku berpura-pura bermain ke indekos temannya yang berdampingan dengan indekos korban. Begitu ada kesempatan, ia mengambil laptop korban. Laptop hasil curiannya itu ia sembunyikan di atas plafon tempat indekos pelaku.

Saat mengetahui laptop miliknya raib, korban langsung melapor ke Mapolsek Klojen. Setelah menyelidiki lokasi dan memeriksa beberapa saksi, polisi menemukan indikasi bahwa Dedy merupakan pelaku pencurian. Polisi langsung menangkap dan memeriksa pelaku. Ternyata benar, Dedy mengakui perbuatannya dan mengungkap kasus pencurian yang pernah ia lakukan sebelumnya.

"Saya memang terpaksa curi laptop. Sudah mencuri empat kali, tiga laptop dan satu TV LCD itu. Rencana mau dijual untuk biaya kuliah. Saya sudah sejak 2010 tak dibiayai keluarga karena saya ingin mandiri, dan biaya kuliah cukup mahal," kata Dedy yang duduk di semester X jurusan peternakan di universitas negeri terkemuka di Malang. Dedy mengaku, ia sebenarnya ingin cepat lulus dan mencari kerja. Karena kondisi keluarga yang tak mampu, kuliahnya pun bertambah lama.

Kartono mengatakan, polisi akan mencari bukti mengenai kebenaran alasan pelaku melakukan pencurian. Kini pelaku dijerat Pasal 362 KUHP tentang pencurian biasa. "Saya hanya berharap, walaupun tak ada biaya pendidikan, sebaiknya jangan mencuri karena masih banyak cara lain yang halal," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+