Bantuan Siswa Miskin Disalurkan Lewat Kantor Pos - Kompas.com

Bantuan Siswa Miskin Disalurkan Lewat Kantor Pos

Kompas.com - 01/03/2012, 07:56 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Bantuan bagi siswa SD yang miskin akan disalurkan lewat kantor pos. Bantuan ini diberikan untuk mengantisipasi dampak kenaikan harga bahan bakar minyak agar siswa miskin tetap bisa bersekolah dan tidak putus sekolah.

”Besarnya bantuan masih akan dihitung, begitu pun banyaknya siswa miskin penerima bantuan masih diverifikasi,” kata Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono di Jakarta, Rabu (29/1/2012). Adapun bantuan untuk siswa SMP yang miskin sementara ini direncanakan disalurkan lewat sekolah.

Menurut Agung, bantuan bagi siswa miskin ini merupakan empat paket kebijakan untuk mengantisipasi dampak kenaikan harga bahan bakar minyak. Keempat paket itu adalah bantuan langsung sementara masyarakat yang bentuknya seperti bantuan langsung tunai, tambahan beras miskin, subsidi siswa miskin, dan subsidi transportasi. Besarnya anggaran empat paket bantuan ini sekitar Rp 20 triliun hingga Rp 30 triliun.

”Pola bantuan dan besarnya bantuan masih harus disetujui DPR,” kata Agung.

Ia mengatakan, data Kemenko Kesra menunjukkan, jumlah penduduk miskin dan sangat miskin mencapai 29,9 juta jiwa. Adapun untuk kategori mendekati garis kemiskinan sekitar 30 juta jiwa.

Deputi Menko Kesra Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama Agus Sartono menjelaskan, saat ini bantuan bagi siswa SD yang miskin Rp 360.000 per siswa per tahun. Adapun siswa SMP Rp 550.000 dan siswa SMA Rp 780.000 per siswa per tahun. ”Besarnya bantuan nanti akan naik,” ujarnya.

Direktur Jenderal Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Suyanto mengatakan, penyaluran bantuan lewat kantor pos karena pelayanannya menjangkau daerah- daerah terpencil. (LUK)


EditorInggried Dwi Wedhaswary

Terkini Lainnya

Dishub Tambah Durasi Lampu Hijau demi Urai Kemacetan di Pasar Tasik

Dishub Tambah Durasi Lampu Hijau demi Urai Kemacetan di Pasar Tasik

Megapolitan
Hakim Tunda Vonis 8 WN Taiwan Penyelundup 1 Ton Sabu-sabu

Hakim Tunda Vonis 8 WN Taiwan Penyelundup 1 Ton Sabu-sabu

Megapolitan
Bersama Dua Teman, Pria Ini Bergantian Perkosa Putri Kandungnya

Bersama Dua Teman, Pria Ini Bergantian Perkosa Putri Kandungnya

Internasional
Akademi Antikorupsi, Kuliah Singkat Lawan Korupsi dengan Metode 'E-Learning'

Akademi Antikorupsi, Kuliah Singkat Lawan Korupsi dengan Metode "E-Learning"

Nasional
Perpanjangan Waktu Ganjil-Genap Sudirman-Thamrin Mulai Diuji Coba Senin

Perpanjangan Waktu Ganjil-Genap Sudirman-Thamrin Mulai Diuji Coba Senin

Megapolitan
Mobil Tabrak Pipa Saluran Gas Bikin Rumah Berusia 60 Tahun Meledak

Mobil Tabrak Pipa Saluran Gas Bikin Rumah Berusia 60 Tahun Meledak

Internasional
Cak Imin Merasa Dipuji Jokowi soal Baliho Wajahnya Lebih Banyak Dibanding Promosi Asian Games

Cak Imin Merasa Dipuji Jokowi soal Baliho Wajahnya Lebih Banyak Dibanding Promosi Asian Games

Nasional
Pedagang di Jalan Jatibaru Akan Dipindah ke Lahan Milik Sarana Jaya

Pedagang di Jalan Jatibaru Akan Dipindah ke Lahan Milik Sarana Jaya

Megapolitan
Mantan Narapidana Korupsi Dianggap Tak Berhak Tempati Kursi Parlemen

Mantan Narapidana Korupsi Dianggap Tak Berhak Tempati Kursi Parlemen

Nasional
Berkat YouTube, Pria yang Hilang 40 Tahun Bertemu dengan Keluarganya

Berkat YouTube, Pria yang Hilang 40 Tahun Bertemu dengan Keluarganya

Internasional
Terlilit Utang, Pegawai BRI Kuras Dana Nasabah hingga Rp 562 Juta

Terlilit Utang, Pegawai BRI Kuras Dana Nasabah hingga Rp 562 Juta

Regional
Trump Siap Bekerja Ekstra Keras Demi Warga Jepang yang Diculik Korut

Trump Siap Bekerja Ekstra Keras Demi Warga Jepang yang Diculik Korut

Internasional
Satu Warga di Pulau Buru Terjangkit Penyakit Aneh, Diduga karena Merkuri

Satu Warga di Pulau Buru Terjangkit Penyakit Aneh, Diduga karena Merkuri

Regional
Jaksa Keberatan Fredrich Sebut Penyidik KPK Desersi Polri

Jaksa Keberatan Fredrich Sebut Penyidik KPK Desersi Polri

Nasional
Curi Kucing untuk Dijadikan Sup Tradisional, 2 Pria Ditangkap

Curi Kucing untuk Dijadikan Sup Tradisional, 2 Pria Ditangkap

Internasional
Close Ads X