Pelajar Anggota Geng Motor Akan Diawasi - Kompas.com

Pelajar Anggota Geng Motor Akan Diawasi

Kompas.com - 02/04/2012, 11:11 WIB

KOMPAS.com — Aksi geng motor yang belakangan ini identik dengan kekerasan membuat Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, Jawa Barat, memperketat pengawasan pada pelajar yang dicurigai menjadi anggota geng motor.

"Pengawasan yang kami lakukan ini untuk mencegah pelajar di Kota Sukabumi ikut menjadi anggota geng motor, karena pelajar yang menggunakan motor untuk kendaraan menuju sekolah cukup banyak yang berpotensi ikut menjadi anggota geng motor," kata Kepala Disdik Kota Sukabumi, Ayep Supriatna, kepada wartawan, Senin (2/4/2012).
     
Ia mencontohkan aksi kekerasan yang dilakukan oleh geng motor, yakni kasus tawuran antar-geng motor yang menyebabkan satu orang pelajar, yakni Rizki Maulana (16) pelajar SMAN I Kota Sukabumi, tewas dikeroyok anggota geng motor pada Minggu (25/3/2012) lalu.
     
Untuk mengantisipasi jatuhnya korban lainnya, pemerintah akan melakukan penekanan terhadap penggunaan sepeda motor di kalangan pelajar."Kami akan menggelar razia kepemilikan surat izin mengemudi (SIM) dan mereka yang tidak punya SIM dilarang membawa motornya," tambahnya.
    
Diakui Ayep, mayoritas pelajar SMA di Kota Sukabumi memakai sepeda motor untuk berangkat ke sekolah. Namun, pihaknya belum mempunyai data terkait berapa jumlah pelajar yang memiliki sepeda motor dan menjadi anggota geng motor.
      
"Kami masih melakukan pendataan sampai saat ini untuk mengetahui berapa jumlah pelajar yang memiliki sepeda motor dan apakah ada di antara mereka yang menjadi anggota geng motor," kata Ayep.


EditorLusia Kus Anna

Terkini Lainnya

Irak dan UEA Sepakat Bangun Kembali Masjid Agung di Kota Mosul

Irak dan UEA Sepakat Bangun Kembali Masjid Agung di Kota Mosul

Internasional
Gatot: Apabila Republik Memanggil dan Rakyat Berkehendak, Saya Siap jadi Presiden

Gatot: Apabila Republik Memanggil dan Rakyat Berkehendak, Saya Siap jadi Presiden

Nasional
Kepala Divisi Keuangan First Travel Modali Mantan Pacar Buka Salon Rp 60 Juta

Kepala Divisi Keuangan First Travel Modali Mantan Pacar Buka Salon Rp 60 Juta

Nasional
Tokoh Nomor Dua Houthi Tewas dalam Serangan Udara Koalisi Arab Saudi

Tokoh Nomor Dua Houthi Tewas dalam Serangan Udara Koalisi Arab Saudi

Internasional
Bos First Travel Tak Akui Beli Mobil Hingga Jalan-jalan Keliling Eropa Pakai Uang Perusahaan

Bos First Travel Tak Akui Beli Mobil Hingga Jalan-jalan Keliling Eropa Pakai Uang Perusahaan

Nasional
Jaya Suprana Puji Drama Musikal Napi, Usul DPR Buat Hal yang Sama

Jaya Suprana Puji Drama Musikal Napi, Usul DPR Buat Hal yang Sama

Nasional
Merasa Nama Baik Dicemarkan, Guntur Romli Melapor ke Polda Metro Jaya

Merasa Nama Baik Dicemarkan, Guntur Romli Melapor ke Polda Metro Jaya

Megapolitan
Pemprov DKI Kirim Surat Jawaban soal Tanah Abang kepada Ombudsman Senin Sore

Pemprov DKI Kirim Surat Jawaban soal Tanah Abang kepada Ombudsman Senin Sore

Megapolitan
14 Narapidana Lapas Manokwari Kabur dengan Mengancam Sipir

14 Narapidana Lapas Manokwari Kabur dengan Mengancam Sipir

Regional
Saksi Jelaskan Kronologi Penipuan Hotel BCC, Terdakwa Tjipta Membantah

Saksi Jelaskan Kronologi Penipuan Hotel BCC, Terdakwa Tjipta Membantah

Regional
Militer Israel Lancarkan Serangan ke Artileri Milik Rezim Suriah

Militer Israel Lancarkan Serangan ke Artileri Milik Rezim Suriah

Internasional
Sampaikan 3 Tuntutan, Pengemudi Ojek 'Online' Tunggu Realisasi Janji Komisi V DPR

Sampaikan 3 Tuntutan, Pengemudi Ojek "Online" Tunggu Realisasi Janji Komisi V DPR

Megapolitan
Ratusan Napi Gelar Drama Teater di TIM, Wiranto Nilai Istimewa

Ratusan Napi Gelar Drama Teater di TIM, Wiranto Nilai Istimewa

Nasional
Hilang Dua Bulan, Seorang Pria Ditemukan Tewas di Pulau Tak Berpenghuni

Hilang Dua Bulan, Seorang Pria Ditemukan Tewas di Pulau Tak Berpenghuni

Internasional
Dua Orang yang Ditemukan Lemas di Mobil Diduga Keracunan

Dua Orang yang Ditemukan Lemas di Mobil Diduga Keracunan

Regional
Close Ads X