Pemerintah Dinilai Diskriminatif

Kompas.com - 04/04/2012, 03:39 WIB
Editor

Jakarta, Kompas - Penyelenggaraan ujian nasional program paket setara SD, SMP, dan SMA/SMK yang tak tentu merugikan anak-anak usia sekolah yang memilih pendidikan di jalur nonformal dan informal. Ribuan anak usia sekolah yang bersekolah rumah terancam tak bisa melanjutkan ke jenjang berikutnya pada tahun ini juga.

”Semestinya UN program paket sama pelaksanaannya dengan UN sekolah formal atau tak jauh setelah UN formal. Penyelenggaraan UN kesetaraan yang tak tentu membuat anak yang lulus tahun ini terkendala,” kata Seto Mulyadi, Ketua Umum Asosiasi Sekolah Rumah dan Pendidikan Alternatif (AsahPena) saat bertemu Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) di Jakarta, Selasa (3/4).

AsahPena memperjuangkan pelaksanaan UN kesetaraan bisa diperlakukan sama dengan UN sekolah formal. Hingga kini, kepastian jadwal UN kesetaraan belum ada, apalagi kisi-kisi materi UN kesetaraan.

Budi Trikorayanto, Wakil Ketua Umum AsahPena, mengatakan, pemerintah menjanjikan anak-anak sekolah rumah usia sekolah bisa ikut UN formal, bukan UN kesetaraan. Namun, realisasinya belum ada.

”Yang dihadapi anak-anak usia sekolah di pendidikan nonformal dan informal sekarang, tak bisa daftar sekolah tahun ini juga. Kalau UN kesetaraan dilaksanakan Juli, pengumuman kelulusan bisa molor dua bulan. Anak-anak yang mau ikut seleksi PTN dan daftar sekolah baru tak bisa tahun ini,” ujar Budi.

Anggota BSNP, Jamaris Jamma, Farid Anfasa Moeloek, Teuku Ramli Zakaria, dan Weinata Sairin, yang menemui perwakilan AsahPena, menjamin tak ada niat mendiskriminasikan pendidikan nonformal dan informal. BSNP sedang mengkaji bisa menggelar UN kesetaraan yang semakin lebih baik dan berkualitas. (ELN)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.