Kompas.com - 04/04/2012, 22:59 WIB
|
EditorI Made Asdhiana

JAKARTA, KOMPAS.com - Banyaknya tekanan yang mengarah ke Rancangan Undang-Undang Pendidikan Tinggi (RUU-PT) memaksa pemerintah angkat bicara. Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Agung Laksono mengatakan, poros kontra lahir lantaran RUU-PT saat ini masih di posisi yang sangat dinamis. "RUU-PT masih dalam proses, dinamis dan berkembang," kata Agung, di gedung Kemkokesra, Jakarta, Rabu (4/4/2012).

Agung mengungkapkan, semua kekhawatiran sudah terjawab. Karena berdasarkan hasil rapat terakhir (tadi pagi) RUU-PT dinilainya sama sekali tak mengarah pada liberalisasi dan komersialisasi. "Tudingan itu karena mereka baca draft awal. Padahal belum final, masih dibahas. Semua kekhawatiran sudah terjawab di draft terakhir, RUU itu sama sekali tak mengarah pada liberalisasi," pungkasnya.

Itulah, lanjut Agung, mengapa sampai saat ini RUU-PT tersebut urung disahkan. Padahal semula, RUU-PT akan disahkan pada 3 April 2012, namun dibatalkan lantaran terjadi tarik ulur di beberapa pasal, khususnya pasal yang mengatur tata kelola dan keuangan. "Sudah banyak yang berkomentar soal otonomi perguruan tinggi, padahal RUU ini masih dalam pembahasan yang alot," timpalnya.

Alasan lain, Agung mengakui pemerintah sangat berhati-hati menyusun RUU ini. Pasalnya, pemerintah tak ingin RUU tersebut kembali dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi (MK). Sebagai informasi, RUU PT dibahas setelah MK membatalkan Undang Undang Badan Hukum Pendidikan (UU BHP) pada Maret 2010. RUU PT dimaksudkan sebagai payung hukum atas kekosongan peraturan karena hangusnya UU BHP tersebut. Tidak hanya RUU PT, RUU Pendidikan Kedokteran juga batal dibahas dalam paripurna kemarin. Pembahasannya di paripurna harus diundur hingga Komisi X DPR siap membawanya ke paripurna.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
     
    Pilihan Untukmu


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.