Hasil UN Jangan Dipaksa Lulus 100 Persen

Kompas.com - 08/04/2012, 13:11 WIB
|
EditorTri Wahono

MAKASSAR, KOMPAS.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Mohammad Nuh menegaskan, semua pihak hendaknya tidak memaksakan memperoleh hasil Ujian Nasional (UN) lulus 100 persen.

Menurutnya, UN akan lebih baik jika dilaksanakan jujur dan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Sudah menjadi rahasia umum, sebagai hajat tahunan, UN seringkali dijadikan "alat" untuk mencerminkan prestasi politik. Khususnya politik pemerintah di daerah (Pemda).

"Memasang target boleh saja, tapi jangan dipaksa lulus 100 persen. Jangan sampai Pemda menghalalkan segala cara, dan UN harus dilaksanakan sesuai dengan aturan agar kualitasnya bisa dipertanggungjawabkan," kata Nuh, Minggu (8/4/2012), di Makassar.

Berkaca dari tahun lalu, hasil kelulusan UN telah mencapai di atas 95 persen. Baginya, hasil itu merupakan prestasi bersama dan tidak perlu dipaksakan mencapai hasil 100 persen.

"Saat ini target kelulusan bukan yang utama, karena hasilnya sudah cukup baik. Biarkan pelaksanaan UN berjalan alami," ujarnya.

Pernyataan serupa juga dilontarkan Pembantu Rektor I Universitas Haluoleo (Purek I Unhalu), La Sara. Ditemui sehari sebelumnya di Unhalu, Kendari, La Sara mengatakan, target 100 persen untuk kelulusan UN merupakan ancaman bagi kredibilitas UN.

Menurutnya, target 100 persen yang dipasang akan memicu Pemda melakukan intervensi pada pelaksanaan dan hasil UN tersebut.

Ia beralasan, hasil kelulusan UN sering digunakan sebagai prestasi pemerintahan. Jika tidak tercapai, maka akan berdampak pada perolehan suara di pemilihan selanjutnya.

Sekaligus di dalamnya ada ancaman dimutasikannya guru-guru yang dinilai tidak berhasil meluluskan siswanya di suatu sekolah.

"Jangan usahakan siswa lulus 100 persen. Itu jelas intervensi. Semua sekolah selama masih ada di bawah kepala daerah pasti akan sulit independen. Kita bicara peningkatan mutu, tapi ada orang yang terancam hidupnya," kata La Sara.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.