Kompas.com - 09/04/2012, 22:42 WIB
|
EditorBenny N Joewono

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi X DPR menggelar rapat tertutup. Hal itu diambil guna menyikapi usulan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Mohammad Nuh, yang meminta DPR untuk memperpanjang pembahasan Rancangan Undang-Undang Pendidikan Tinggi (RUU-PT) dalam satu masa sidang.

"Rapat ini digelar tertutup untuk umum," kata Ketua Komisi X DPR, yang memimpin rapat tersebut, Mahyudin, Senin (9/4/2012), di gedung DPR, Jakarta.

Sebelumnya, Mahyudin menyatakan jika Raker yang membahas RUU-PT itu diskors selama 30 menit. Namun, karena ada usulan dari beberapa anggota komisi, akhirnya Komisi X menyatakan akan menggelar rapat tertutup guna menentukan sikap terkait permohonan pemerintah tersebut.

Anggota Komisi X asal Fraksi PDI-P Tubagus Dedi Gumelar mengatakan, masa skors selama 30 menit akan digunakan anggota komisi untuk mencari kesamaan sikap.

Selain itu, politisi yang akrab disapa Mi'ing itu juga mengusulkan agar selama rapat berlangsung, perwakilan dari pemerintah ditempatkan di ruang terpisah. "Mohon izin, pak menteri agar menuju ruang isolasi," ujar Mi'ing dengan nada bercanda.

Dalam pantauan Kompas.com, sampai saat ini Komisi X masih terus menggelar rapat tertutup. Dan pihak pemerintah yang diwakili oleh Mendikbud, Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenpanRB) Azwar Abubakar, serta perwakilan dari Kementerian Keuangan, Kementerian Agama, dan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia menempati ruang tunggu tepat di depan ruang sidang Komisi X.

Diberitakan sebelumnya, Mendikbud, Mohammad Nuh meminta pembahasan RUU-PT ditunda. Ia mengatakan, ini merupakan pendapat pemerintah karena RUU-PT dinilai belum memenuhi tiga hal.

Yakni, peran perguruan tinggi untuk menyiapkan pemimpin masa depan, perguruan tinggi sebagai pilar bangsa untuk membangun dan mengawal transformasi demokrasi, dan perguruan tinggi sebagai konvergensi peradaban.

"Bukan dibatalkan, tapi ditunda. Ini pandangan kami (pemerintah), agar RUU-PT dapat dipelajari lagi secara mendalam," ujar Nuh.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.