Mendikbud: Jangan Khawatir dengan Transformasi Demokrasi

Kompas.com - 10/04/2012, 21:28 WIB
|
EditorI Made Asdhiana

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Mohammad Nuh mengatakan, semua pihak jangan khawatir dengan usulan dimasukkannya transformasi demokrasi ke dalam RUU-PT. Hal itu ia sampaikan, Selasa (10/4/2012) petang di gedung Kemdikbud, Jakarta, menyusul adanya kekhawatiran sejumlah pihak jika muatan baru pendidikan tinggi yang harus melaksanakan dan mengawal proses transformasi demokrasi mengarah pada pembungkaman hak berpendapat sampai dengan pelarangan melakukan aksi demonstrasi.

"Transformasi demokrasi bukan sekadar hak menyampaikan pendapat. Tapi nilainya lebih kepada akses publik dalam memiliki kesempatan yang sama dan perlindungan hak dasar," kata Nuh.

Seperti diketahui, opini akan dilarangnya mahasiswa berdemonstrasi melalui RUU-PT mulai berkembang. Pasalnya, belum lama ini gelombang aksi deminstrasi cukup besar menyusul rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM).

Nuh menjelaskan, RUU-PT yang saat ini masih terus digodok harus dapat mengatur peran pendidikan tinggi dalam proses transformasi demokrasi. Ditegaskannya, pelaksanaan proses transformasi demokrasi juga bisa diwijudkan melalui publikasi penelitian, maupun ruang-ruang diskusi. Baginya, hal ini terkait dengan pemerataan hak dalam mengakses perkembangan keilmuan. "Tidak ada kaitannya dengan pelarangan aksi demonstrasi, kita bermain pada wilayah nilai," ujar Nuh.

Diluar itu, tambah Nuh, transformasi demokrasi akan mereorientasi pemanfaatan hasil penelitian dan pengabdian masyarakat. Dan itu sejalan dengan terbukanya akses masyarakat pada perkembangan keilmuan. "Demokrasi itu kekuasaan di tangan rakyat, lebih sederhananya adalah dari rakyat untuk rakyat, maka ini sekaligus mematahkan anggapan neoliberal, dan lain sebagainya," pungkas Nuh.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.