Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Unika Soegijapranata Pamerkan Sejarah Pendidikan Katolik

Kompas.com - 27/04/2012, 16:13 WIB
EditorBenny N Joewono

SEMARANG, KOMPAS.com - Universitas Katolik Soegijapranata Semarang berencana memamerkan berbagai barang yang memotret perjalanan sejarah pendidikan tinggi Katolik di Semarang sebagai rangkaian dies natalisnya yang ke-30.

"Kami akan memamerkan berbagai barang, mulai foto, maket, dan dokumen yang berkaitan dengan sejarah pendidikan tinggi Katolik," kata Ketua Panitia Dies Natalis Ke-30 Unika Soegijapranata Dr Angelina Ika Rahutami di Semarang, Jumat (27/4/2012).

Menurut dia, sebagian barang yang dipamerkan tersebut merupakan koleksi Museum Soegijapranata yang berada di kampus itu dan berkaitan erat dengan sejarah Monsinyur (Mgr) Soegijapranata, uskup pertama pribumi di Indonesia.

Pameran yang akan digelar pada tanggal 30 April 2012 itu, kata Ika yang juga Wakil Rektor Unika Soegijapranata, menjadi langkah persiapan pendirian museum pendidikan tinggi Katolik di Semarang yang lokasinya di kampus tersebut.

"Kami sedang siapkan gedung untuk museum itu, ya, memang bukan museum besar. Namun, setidaknya mampu menceritakan sejarah awal bagaimana perjalanan kami selama 30 tahun ini hingga menjadi Unika Soegijapranata," katanya.

Sebenarnya, kata dia, secara historis usia Unika Soegijapranata Semarang lebih dari 30 tahun, salah satunya ditunjukkan Jurusan Arsitektur yang berdiri sejak 1967 dan semua itu terangkum dalam pameran tersebut.

Berkaitan dengan Dies Natalis Ke-30 Unika Soegijapranata, dia mengatakan bahwa tema dies natalis kali ini adalah "Keberagaman Adalah Kurnia" yang merupakan salah satu ungkapan dari Mgr Soegijapranata.

Ia mengakui akhir-akhir ini banyak peristiwa konflik horizontal yang mencederai semangat keberagaman, padahal bangsa Indonesia memang plural sehingga sedikit banyak menjadi salah satu alasan mengangkat tema tersebut.

"Ketika perbedaan dimaknai sebagai kurnia atau karunia, maka perbedaan itu sebenarnya tidak perlu dipertentangkan atau diperdebatkan lagi. Namun, perbedaan dimaknai dengan penuh penghargaan dan toleransi," katanya.

Selain itu, Dies Natalis Ke-30 Unika Soegijapranata itu akan diisi berbagai kegiatan yang menghadirkan banyak pakar dari perguruan tinggi untuk bertukar pikiran, seperti Universitas Indonesia dan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

"Pada puncak peringatan dies natalis pada tanggal 19 September 2012 akan ada penganugerahan Soegijapranata Award bagi tokoh yang dianggap paling berjasa dalam pengembangan Unika Soegijapranata, yakni seorang profesor dari Belanda," kata Ika.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+