Kompas.com - 02/05/2012, 13:33 WIB
|
EditorLusia Kus Anna

JAKARTA, KOMPAS.com - Kendati penyelanggaraan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) dikritik banyak pihak karena dianggap menciptakan sistem kasta dalam pendidikan, namun pemerintah tetap bersikukuh untuk menyelenggarakannya. Dalam persidangan judicial review Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) para saksi ahli yang mewakili pemerintah mengatakan RSBI tidak bertentangan dengan norma kebangsaan dan menolak disebut diskriminatif.

Kepala SDN 01 Menteng, Jakarta Pusat, Achmad Solihin yang dalam persidangan hari ini memaparkan argumentasinya menyebut isu diskriminatif yang digulirkan pemohon pada penyelenggaraan RSBI dinilainya sama sekali tidak benar. Pasalnya, berdasarkan pengalamannya selama terlibat dalam proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) seleksi penerimaan sama sekali tidak ada unsur membeda-bedakan calon siswa berdasarkan kemampuan ekonominya.

"Diskriminatif dalam penerimaan siswa di sekolah RSBI itu isu tidak benar," kata Achmad di Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Rabu (2/5/2012). Dijelaskannya, PPDB di sekolahnya dilaksanakan berdasarkan keputusan dari Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta. Hal itu, kata dia, diperkuat oleh landasan hukum tentang PPDB provinsi DKI Jakarta. Selain itu, pelaksanaan PPDB Sekolah Dasar (SD) di wilayah DKI juga dilaksanakan secara online sehingga, akses informasinya terbuka luas dan dapat diakses oleh seluruh masyarakat.

"PPDB itu sifatnya terbuka untuk semua masyarakat karena online dan diatur oleh Disdik DKI. Jelas semua tidak ada pengaruh dengan biaya yang dibayar. Jadi kalau ada isu diskriminatif, itu adalah kebohongan besar. Karena semua online, dan terus dipantau oleh Disdik DKI," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
     
    Pilihan Untukmu


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.