Pemerintah Tak Berdaya Urusi Tunjangan Guru

Kompas.com - 17/05/2012, 15:46 WIB
|
EditorPepih Nugraha

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah dituding tidak sungguh-sungguh memperbaiki pelaksanaan program sertifikasi guru. Hal itu dikatakan Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Retno Listiyarti, Kamis (17/5/2012), di kantor Indonesia Corruption Watch (ICW), Jakarta.

Retno menjelaskan, sejak dimulainya program sertifikasi guru tiga tahun lalu, pemerintah tidak memperlihatkan kesungguhan dalam membuat perbaikan. Menurut Retno, jangankan berpikir bagaimana meningkatkan kualitas pelaksanaan program itu, memperbaiki cara penyaluran tunjangan kepada guru yang telah memili hak saja pemerintah tidak berdaya.

"Padahal Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) telah memberikan pernyataannya di berbagai media tentang perbaikan sistem penyaluran tunjangan profesi sejak jauh hari, tapi masih saja pencairannya tidak jelas," kata Retno.

Ia memaparkan, dalam banyak kesempatan Mendikbud telah menyampaikan bahwa tunjangan profesi guru harus diberikan tepat waktu dengan cara dirapel per tiga bulan. Atas dasar itu, seharusnya guru berhak menerima rapel tunjangannya paling lambat pada April lalu untuk tunjangan bulan Januari sampai Maret. Akan tetapi, sampai saat ini masih banyak guru yang belum mendapatkan hak-haknya tersebut.

Berdasarkan informasi yang diterima FSGI dari jaringan organisasi di daerah, hampir seluruh guru di daerah belum menerima rapelan tunjangan profesi.

"Ini persoalan mentalitas birokrat pejabat tinggi kita. Tidak pernah peka dengan persoalan bawahan atau rakyat kecil. Baru bertindak kalau didesak, baru berbuat kalau ada gejolak. Bukan melayani tapi justru sebaliknya," ungkap Retno.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.