Kiat Memilih Kampus Swasta dari Pak Menteri - Kompas.com

Kiat Memilih Kampus Swasta dari Pak Menteri

Kompas.com - 25/05/2012, 09:46 WIB

KOMPAS.com — Universitas negeri masih menjadi tujuan utama sebagian besar siswa yang ingin melanjutkan kuliah. Namun, karena terbatasnya perguruan tinggi negeri, pemerintah hanya menyediakan 600.000 kursi yang akan diperebutkan oleh siswa dari jalur undangan, ujian tulis, serta ujian mandiri.

Siswa yang tidak berhasil masuk ke perguruan tinggi negeri (PTN) tak perlu berkecil hati karena kini cukup banyak perguruan tinggi swasta (PTS) yang memiliki kualitas tidak kalah dengan PTN.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengatakan, hal utama yang harus diketahui calon mahasiswa adalah memahami program studi yang akan diambilnya sesuai dengan minatnya. "Siswa harus tahu jurusan yang diminatinya, jangan sampai hanya ikut-kutan," ujarnya.

Kemudian, perhatikan pula kondisi fisik bangunan atau fasilitas kampus dan akreditasi PTS yang dituju.

"Dengan itu, kita bisa menyimpulkan mengenai kualitas. Karena tata kelola yang baik sangat terkait dengan performance akademik kampus tersebut," kata Nuh, Kamis (24/5/2012), di gedung Kemdikbud, Jakarta.

Namun, Nuh juga meminta agar para siswa tidak hanya melihat kondisi fisik dan status akreditasi, tetapi juga atmosfer akademik yang baik di kampus bersangkutan.

"Ada beberapa indikator yang bisa dipakai untuk melihat academic environment. Salah satunya melalui prestasi," pungkasnya.

Lalu, tambahnya, para siswa juga dimintanya untuk memperhatikan struktur pembiayaan di kampus yang akan dipilihnya secara utuh. Sebab, ada beberapa kampus yang memberikan biaya SPP murah, tetapi kredit per semesternya (SKS) mahal.

"Terakhir, kalau mau lebih rinci lagi, lihat siapa yang ngajar di situ. Lihat dosen tetap dan dosen luar biasanya," tutup Nuh.


EditorLusia Kus Anna

Terkini Lainnya

Revisi Perda Larangan Becak Dinilai Perlu Didorong Dibanding Gugat ke MA

Revisi Perda Larangan Becak Dinilai Perlu Didorong Dibanding Gugat ke MA

Megapolitan
Polri Pertanyakan Tersebarnya Video Kepala Korps Brimob sebagai Kapolda Metro Jaya

Polri Pertanyakan Tersebarnya Video Kepala Korps Brimob sebagai Kapolda Metro Jaya

Megapolitan
Sanksi untuk Pejabat Pemkot Bekasi Diberikan Setelah Sidang Majelis Kode Etik

Sanksi untuk Pejabat Pemkot Bekasi Diberikan Setelah Sidang Majelis Kode Etik

Megapolitan
Golput Bentuk Kekecewaan Publik, Parpol Didesak Berubah

Golput Bentuk Kekecewaan Publik, Parpol Didesak Berubah

Nasional
Anak Malas Belajar? Coba 5 Tips Ini untuk Membuat Rajin

Anak Malas Belajar? Coba 5 Tips Ini untuk Membuat Rajin

Edukasi
Sambut Obor Asian Games, Ada Gelaran Budaya di Taman Fatahillah

Sambut Obor Asian Games, Ada Gelaran Budaya di Taman Fatahillah

Megapolitan
Putin akan Hadiri Pernikahan Menteri Luar Negeri Austria

Putin akan Hadiri Pernikahan Menteri Luar Negeri Austria

Internasional
Biografi Tokoh Dunia: Enzo Ferrari, Pendiri Mobil Mewah Ferrari

Biografi Tokoh Dunia: Enzo Ferrari, Pendiri Mobil Mewah Ferrari

Internasional
Lantik Rektor, Binus Ajak Mahasiswa Memiliki Daya Saing

Lantik Rektor, Binus Ajak Mahasiswa Memiliki Daya Saing

Edukasi
Pembangunan Jalur Dwi Ganda dari Stasiun Manggarai Selesai Tahun 2020

Pembangunan Jalur Dwi Ganda dari Stasiun Manggarai Selesai Tahun 2020

Megapolitan
Diperiksa 9,5 Jam, Idrus Marham Ingin Urusan soal PLTU Riau-1 Tuntas

Diperiksa 9,5 Jam, Idrus Marham Ingin Urusan soal PLTU Riau-1 Tuntas

Nasional
Ibu Korban Pembunuhan di Jalan Ciherang Minta Pelaku Dihukum Seberat-beratnya

Ibu Korban Pembunuhan di Jalan Ciherang Minta Pelaku Dihukum Seberat-beratnya

Megapolitan
Ditinggal Pemiliknya, Seekor Angsa Jantan 'Diadopsi' Kampus di China

Ditinggal Pemiliknya, Seekor Angsa Jantan "Diadopsi" Kampus di China

Internasional
Ombudsman Minta Pj Wali Kota Bekasi Beri Sanksi ke Inspektorat, Kepala BKKPD, dan Kabag Humas  Bekasi

Ombudsman Minta Pj Wali Kota Bekasi Beri Sanksi ke Inspektorat, Kepala BKKPD, dan Kabag Humas Bekasi

Megapolitan
Ramai-ramai Wartawan Maju sebagai Caleg Partai Nasdem

Ramai-ramai Wartawan Maju sebagai Caleg Partai Nasdem

Nasional
Close Ads X