UGM-Kemenristek Kembangkan Teknologi Roket Uji Muatan

Kompas.com - 07/06/2012, 19:20 WIB
|
EditorBenny N Joewono

YOGYAKARTA,KOMPAS.com - Universitas Gadjah Mada dan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) RI membentuk Komunitas Roket Uji Muatan (RUM) dalam rangka mendukung kesiapan sumber daya manusia dalam pengembangan teknologi industri roket di tanah air.

Komunitas RUM akan memanfaatkan kawasan pantai pandansimo Bantul sebagai area pelatihan peluncuran uji roket muatan. Staf ahli pertahanan dan keamanan Kemenristek RI, Ir. Hari Purwanto, M.Sc., DIC mengungkapkan pakar roket di Indonesia jumlahnya masih sangat terbatas.

Dengan adanya komunitas ini diharapkan akan banyak generasi muda yang tertarik untuk mendalami teknologi roket. Selama ini pemerintah masih sangat bergantung pada roket impor untuk memenui kebutuhan roket dalam negeri, baik untuk pertahanan maupun untuk kebutuhan yng lain.

Saat ini, lanjut Hari Purwanto, Kemenristek tengah berupaya memproduksi roket hasil pengembangan Lembaga Antariksa Nasional (LAPAN). Roket tersebut rencananya akan dimanfaatkan untuk pertahanan negara dan menggantikan roket yang dibeli dari luar negri.

" Roket merupakan teknologi strategis namun biaya produksinya yang sangat mahal. Fungsinya sendiri dua macam yakni di bidang militer dan non militer. Kita akan produksi 1.000 roket dengan nama R-Han 122. Roket ini merupakan roket pertahanan kaliber 122 yang sudah berhulu ledak dan memiliki jangkauan 20-30 km. Roket ini akan dimanfaatkan untuk menggantikan roket yang dibeli dari luar negeri," ujarnya di Fakultas Teknik UGM, Kamis (7/6/2012).

Sementara Kepala LAPAN Drs. Bambang Setiawan Tejakusuma, Dipl.Ing., menuturkan program pengembangan roket merupakan proyek yang ambisus yang dilakukan LAPAN. Sampai saat ini, lanjut Bambang, masih sedikit negara yang telah memiliki program pengembangan roket.

Diantaranya Rusia, Amerika, Perancis, China, India, Jepang Korea Utara, Iran dan Pakistan. "Kita dalam proses untuk mengembangkan, harapanya roket kita nantinya mampu mengantarkan benda ke luar angkasa," katanya.

Ditempat yang sama Rektor UGM Prof. Dr Pratikno mengatakan, teknologi roket perlu dikembangkan untuk meningkatkan kemandirian bangsa dalam bidang penyediaan persenjataan pertahanan Negara dan pemanfaatan roket untuk kesejahteraan masyarakat.Walau teknologi roket tidak bersentuhan langsung dengan kepentingan rakyat.

Kewajiban kita menempatkan sesuatu yang penting menjadi penting dan mewacanakan hal yang penting itu menjadi komitmen politik.

"Ketika dokter dan guru tidak ada, orang akan protes, tapi kalo tidak ada roket orang tidak akan protes. meski begitu pengembangan roket merupakan kebijakan strategis untuk kepentingan jangka panjang. UGM siap kerjasama terhadap hal yang penting dan strategis ini," ungkapnya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X