Kompas.com - 03/07/2012, 12:14 WIB
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com - Proses pemilihan Rektor Universitas Indonesia (Pilrek UI) masih belum memperoleh kepastian. Seperti diketahui, pemilihan Rektor UI diundur. Dan hingga kini, belum ada kejelasan mengenai batas waktu pengundurannya. Hal itu dikatakan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Ui, Faldo Maldini kepada Kompas.com, Selasa (3/7/2012), di Jakarta.

"Proses Pilrek UI masih ditunda, dan belum jelas sampai kapan," kata Faldo.

Ia menjelaskan, penundaan proses Pilrek UI dipicu oleh masih menggantungnya status UI di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Faldo menilai, panitia Pilrek UI tak memiliki keberanian untuk mengambil risiko dan terus melanjutkan proses pemilihan tersebut. Menurut Faldo, BEM, yang juga berkepentingan dengan masa depan UI, telah memonitor dan menanyakan perkembangan proses pemilihan ke MWA. Akan tetapi, hingga saat ini belum mendapatkan jawaban yang jelas.

"Gara-gara gugatan di PTUN belum selesai, maka mereka tidak berani ambil risiko. Mungkin khawatir rektor yang nantinya terpilih tidak akan mendapatkan legitimasi," ujarnya.

Sebagai informasi, gugatan di PTUN berasal dari beberapa anggota Senat Universitas yang telah dibubarkan dan mempertanyakan SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, bersama Rektor UI dan Majelis Wali Amanat (MWA) UI. Penggugat menuntut pada PTUN agar semua institusi yang berdiri atas PP 152 dibubarkan, yakni MWA, Senat Akademik Universitas, dan tim transisi UI. Gugatan tersebut juga meminta PTUN mengeluarkan putusan sela agar seluruh aktivitas yang terkait dengan pokok gugatan dihentikan.

Adapun, untuk proses Pilrek UI, panitia telah membuka pendaftaran sejak 20-30 Juni 2012 lalu. Akan tetapi, karena terbentur masalah ini, akhirnya proses pendaftaran hanya dibuka selama beberapa hari saja dan kemudian dihentikan sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
     
    Pilihan Untukmu


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.