Kompas.com - 03/07/2012, 14:19 WIB
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh melepas puluhan mahasiswa dari sejumlah negara ASEAN dalam kegiatan Biodiesel Expedition Trans Jawa-Bali di Plaza Insan Berprestasi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, Selasa (3/7/2012).. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka uji coba biodisel yang dikembangkan oleh mahasiswa tersebut.

"Mereka mengembangkan biodesel, sekarang diuji coba menggunakan bahan tersebut.  Mereka konsentrasi di energinya, bukan mobilnya. Jadi apakah memiliki efesiensi yang sama dengan yang lain atau tidak, tergantung pada hasil uji coba yang menggunakan bis nanti. Rute perjalanan dari Jawa sampai Bali, sekitar 1400 kilometer. " ungkap Nuh.

Ia menambahkan, kegiatan ini mengandung tiga pesan penting. Pertama, scientific activity untuk biodiselnya. Kedua, kolaborasi silaturahin antar mahasiswa dari beberapa negara ASEAN. Dan ketiga, setiap tempat transit di beberapa kota, mereka melakukan kegiatan sosial, termasuk kegiatan terkait kebudayaan. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi salah satu kolaborasi untuk mempererat silaturahmi.

Thamrin Usman, Rektor Universitas Tanjungpura, Pontianak, yang menjadi ketua ekspedisi tersebut mengatakan, acara ini sudah dilaksanakan untuk ketiga kalinya dengan tujuan mempererat hubungan antarmahasiswa ASEAN. Kegiatan pertama mengambil rute di Kalimantan Barat, kedua di Singapura-Malaysia, dan ketiga, Jawa-Bali.

Rute yang dilalui, kata Thamrin, mulai dari Untirta, Cilegon hingga Universitas Udayana, Bali. Jarak lintas 1400 kilometer ditempuh dengan rute Banten, Jakarta, Bandung, Magelang, Semarang, Surabaya, dan  Bali. Kegiatan ini juga meliputi scientific expo, menyiapkan temuan mutakhir tentang biodiesel, social cultural expo, dan bakti sosial untuk mempererat silaturahim antarmahasiswa se-ASEAN. 

"Kami mengikutsertakan perguruan tinggi Malaysia dan Laos, serta Universitas dalam negeri meliputi Universitas Tanjungpura, Unpad, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Undip, dan Udayana," tambah Thamrin.

Thamrin melanjutkan, mahasiswa dari Filipina dan Thailand juga ingin mengikuti kegiatan tahun ini, tetapi belum mendapatkan izin dari universitasnya. Kemungkinan karena ada kendala finansial.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.