Kompas.com - 03/07/2012, 15:07 WIB
|
EditorMarcus Suprihadi

JAKARTA, KOMPAS.com- Ekspedisi Biodiesel Jawa-Bali yang diprakarsai oleh Universitas Tanjungpura bersama Universitas UTM Malaysia, dan perguruan tinggi negeri lainnya secara resmi dilepas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh, Selasa (3/7/2012) di halaman kantor Kemendikbud, Jakarta.

Ekspedisi yang ketiga kalinya ini akan menempuh jarak 1.400 kilometer, melalui kota-kota di Banten, Jakarta, Bandung, Magelang, Semarang, Surabaya, dan Bali.

"Kegiatan ini sudah dilakukan tiga kali. Pertama mengambil rute di Kalimantan Barat. Kedua Singapura-Malaysia, dan ketiga Jawa-Bali. Kami mengikutsertakan perguruan tinggi Malaysia dan Laos, sedangkan perguran tinggi di Indonesia selain Universitas Tanjungpura adalah Unpad Bandung, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Serang, Universitas Diponegoro Semarang, dan Universitas Udayana Bali," kata Rektor Universitas Tanjungpura Prof Thamrin Usman.

Mendikbud menyambut dan memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini. Menurut Nuh, ada tiga nilai yang bisa secara bersama-sama diperoleh dalam kegiatan ini.

"Pertama, berkait dengan aktivitas ilmiah atau keilmuan. Ini penting agar para mahasiswa dan dosen yang ikut dalam kegiatan ini mengetahui dan paham benar bersoalan energi yang akan dihadapinya dikemudian hari, berkait dengan upaya pengehmatan dan mencari sumber energi baru yang dapat terbarukan, seperti biodiesel," kata Nuh.

Kedua, ujar mantan Rektor ITS ini, nilai kerjasama atau kolaborasi, memperkuat ikatan persaudaraan, bukan hanya sesama bangsa tapi juga dengan bangsa lain.

"Persoalan energy, food and water adalah masalah bersama yang harus dapat dikendalikan, karena itu upaya untuk melakukan ekspedisi ini menjadi sangat penting. Jika sudah mulai saat ini, para generasi muda sudah dapat melakukan kolaborasi dari hal-hal yang riil, maka ke depan persoalan yang akan dihadapi bisa dicarikan jalan keluar secara bersam-sama," katanya.

Adapun hal ketiga yakni nilai aktivitas sosial, di mana melalui kegiatan ini para peserta bisa saling mengenal baik itu kebiasaan maupun kebudayaannya.

"Di tiap-tiap titik pemberhentian, para peserta bisa melakukan dikusi, mengenalkan budaya dan lainnya, sehingga di kota-kota yang dilewati akan terjadi kegiatan sosial untuk satu sama lain saling memahami," kata Nuh.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.