Lembaga Akreditasi Mandiri Setara BAN-PT

Kompas.com - 11/07/2012, 20:40 WIB
|
EditorMarcus Suprihadi

JAKARTA, KOMPAS.com- Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) mengkritisi Lembaga Akreditasi Mandiri yang diijinkan pemerintah seperti tertuang dalam Rancangan Undang-undang Pendidikan Tinggi (RUU PT). APTISI akan memperjuangkan agar Lembaga Akreditasi Mandiri nanti sejajar dengan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) yang dibentuk pemerintah.

Edy Suandi Hamid, Ketua Umum Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI), Rabu (11/7/2012), mengatakan, pendirian Lembaga Akreditasi Masyarakat/LAM (APTISI menyebutnya Badan Akredsitasi Mandiri) yang digagas dalam RUU PT dinilai tidak menempatkan LAM setara dengan BAN-PT.

APTISI, kata Edy, meminta supaya LAM mendapat dukungan dana operasional dari APBN. Selama ini, pengajuan akreditasi program studi ke BAN-PT gratis karena dibiayai negara.

Oleh karena itu, posisi LAM harus sejajar dengan BAN-PT. Artinya semua prosedur, manajemen, dan operasional LAM harus sama dengan apa yang dimiliki dan diperoleh BAN PT.

"Kesejajaran posisi tersebut berarti BAN PT tidak memiliki fungsi kontrol terhadap LAM," kata Edy yang juga Rektor Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta.

Selain itu, produk kerja LAM harus sama dengan BAN PT. Artinya akreditasi yang diberikan LAM memiliki kekuatan dan pengakuan yang sama dengan akreditasi yang diberikan oleh BAN PT.

Sekretaris Jenderal APTIS Suyatno mengatakan, beban berat untuk menjamin kualitas perguruan tinggi lewat akreditasi ini tentunya tidak mudah diselesaikan jika hanya dibebankan kepada BAN-PT. "Adanya LAM-PT nanti bisa sebagai alternatif solusi," kata Suyatno yang juga Rektor Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka, Jakarta.

Hal ini mengingat bentuk LAM-PT sebagai lembaga nirlaba dengan tugas yang berat dan menyangkut banyak aspek pendidikan tinggi.

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X