Aptisi Minta Pemerintah Keluarkan PP Dana Penelitian - Kompas.com

Aptisi Minta Pemerintah Keluarkan PP Dana Penelitian

Kompas.com - 21/07/2012, 09:50 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) meminta ketegasan pemerintah untuk mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) terkait bantuan dana penelitian yang diberikan kepada perguruan tinggi swasta.  Bantuan dana penelitian tersebut merupakan salah satu kebijakan pemerintah dalam Undang-Undang Pendidikan Tinggi (UU Dikti) yang disahkan 13 Juli 2012.

"Harus ada PP yang menyebutkan secara jelas mengenai jumlah dana penelitian yang diberikan. Jangan hanya seikhlasnya," kata Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Edy Suandi Hamid saat dihubungi di Jakarta, Jumat (20/7/2012).
   
Menurut Edy hingga saat ini gedung maupun fasilitas belajar mengajar PTS, terutama sekolah tinggi sebagian besar berasal dari bantuan masyarakat. "Bahkan ada dari tanah wakaf untuk menyumbang pendirian PTS," katanya.

Saat ini tercatat ada 3.016 PTS di Indonesia dan 5 persen di antaranya atau sekitar 150 PTS masih menempati rumah toko (ruko). Gedung-gedung PTS yang berbentuk ruko atau bahkan rumah juga banyak ditemukan bukan hanya di Jawa melainkan di luar Jawa, seperti di kota Palu.

Rektor Universitas Islam Indonesia (UII) itu mengatakan, masih banyak mahasiswa PTS yang harus bergantian menggunakan ruangan untuk belajar. "Mereka harus bergantian ruangan, sehingga diberlakukan kelas yang berbeda waktunya, yaitu kelas siang dan malam," katanya.

Edy juga mengimbau masyarakat dan pemerintah untuk menghargai para pengajar yang telah berjuang dalam menciptakan proses belajar meski gedung dan fasilitasnya kurang memadai.

"Yang paling penting itu proses belajarnya sebagai langkah untuk meraih masa depan," ujarnya.

Menurutnya, tidak mudah bagi PTS memiliki gedung yang layak untuk menampung banyak mahasiswa karena membutuhkan modal yang tidak sedikit. "Oleh karenanya perlu ada pengawasan dari pemerintah, jangan sampai diabaikan apalagi dicabut izinnya," kata Edy.

 


EditorInggried Dwi Wedhaswary

Terkini Lainnya

5 Fakta Kebakaran Mobil di Bandara Juanda, Diduga Korsleting Charger HP hingga Pengakuan Pemilik

5 Fakta Kebakaran Mobil di Bandara Juanda, Diduga Korsleting Charger HP hingga Pengakuan Pemilik

Regional
Puting Beliung Rusak Ratusan Rumah di Bandung Barat, Ini Penjelasan BMKG

Puting Beliung Rusak Ratusan Rumah di Bandung Barat, Ini Penjelasan BMKG

Regional
Pelaku Pembunuhan Dufi Bawa Ponsel dan Kartu ATM Korban

Pelaku Pembunuhan Dufi Bawa Ponsel dan Kartu ATM Korban

Megapolitan
Pelaku Pembunuhan Dufi Ditangkap di Bantargebang

Pelaku Pembunuhan Dufi Ditangkap di Bantargebang

Megapolitan
Surya Paloh Nilai Pileg dan Pilpres Sama-sama Penting

Surya Paloh Nilai Pileg dan Pilpres Sama-sama Penting

Nasional
Setelah Membunuh CLP, Dua Pelaku Berupaya Melarikan Diri ke Jambi

Setelah Membunuh CLP, Dua Pelaku Berupaya Melarikan Diri ke Jambi

Megapolitan
Surya Paloh: Tidak Salah Target Masuk 3 Besar di Pemilu 2019

Surya Paloh: Tidak Salah Target Masuk 3 Besar di Pemilu 2019

Nasional
Perludem: Penyandang Disabilitas Mental Harus Diberi Hak Pilih dalam Pemilu

Perludem: Penyandang Disabilitas Mental Harus Diberi Hak Pilih dalam Pemilu

Nasional
BIN: 7 Perguruan Tinggi Negeri Terpapar Paham Radikal

BIN: 7 Perguruan Tinggi Negeri Terpapar Paham Radikal

Nasional
BIN Bantah Suap Ormas Demi Bungkam Kritik terhadap Pemerintah

BIN Bantah Suap Ormas Demi Bungkam Kritik terhadap Pemerintah

Nasional
186 Rumah Rusak Diterjang Puting Beliung di Bandung Barat

186 Rumah Rusak Diterjang Puting Beliung di Bandung Barat

Regional
Terdapat Bekas Luka Pukulan di Kepala Perempuan yang Tewas di Indekos Mampang

Terdapat Bekas Luka Pukulan di Kepala Perempuan yang Tewas di Indekos Mampang

Megapolitan
Dua Terduga Pelaku Bertamu ke Indekos CLP Sebelum Ditemukan Tewas di Mampang

Dua Terduga Pelaku Bertamu ke Indekos CLP Sebelum Ditemukan Tewas di Mampang

Megapolitan
Terkait Kelompok Radikal, Kasus Penyerangan Pos Lantas Lamongan Dilimpahkan ke Densus 88

Terkait Kelompok Radikal, Kasus Penyerangan Pos Lantas Lamongan Dilimpahkan ke Densus 88

Regional
5 Fakta Buaya Terkam Bocah di Riau, Diserang di Depan Rumah hingga Peringatan BBKSDA

5 Fakta Buaya Terkam Bocah di Riau, Diserang di Depan Rumah hingga Peringatan BBKSDA

Regional

Close Ads X