Warga Alami Trauma - Kompas.com

Warga Alami Trauma

Kompas.com - 29/07/2012, 02:54 WIB

INDRALAYA, KOMPAS - Aktivitas di empat desa di Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Sabtu (28/7), terhenti pasca- penembakan oleh polisi di Desa Limbang Jaya I, sehari sebelumnya. Warga trauma dengan peristiwa yang menewaskan seorang warga desa itu.

Warga yang tewas tertembak, dalam bentrokan antara warga dan polisi di Desa Limbang Jaya I dan II, Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir, Jumat lalu, adalah Angga bin Dharmawan (12) (Kompas, 28/7). Empat warga lainnya terluka tembak. Konflik itu berlatar belakang perebutan lahan antara warga dan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VII Cinta Manis.

Selain di Desa Limbang Jaya I dan II, suasana traumatis juga terjadi pada warga di Desa Tanjung Pinang I dan II. Warga tegang dan berkumpul di lokasi kematian Angga, yang tertembak di kepalanya. Polisi tak terlihat di desa itu. Polisi dan TNI berjaga di wilayah PTPN VII Cinta Manis, sekitar lima kilometer dari desa.

Sejumlah warga di empat desa itu, yang ditanyai Kompas, mengaku tak berangkat bekerja, Sabtu. Mereka melarang anak-anaknya ke sekolah pula. ”Kami takut keluar dari desa,” papar Eva Fadiah, warga Desa Limbang Jaya I. Hal yang sama disampaikan Kepala Desa Tanjung Pinang I Habibi.

Menurut Sobri, warga Desa Limbang Jaya I, yang terluka karena tembakan, mengakui, kejadian Jumat lalu amat menakutkan. Suara tembakan terdengar sekitar 30 menit. Anggota Polri berkeliling desa sambil mengacungkan senjata. ”Warga tidak melawan,” katanya.

Jenazah Angga, Sabtu, dimakamkan. Dharmawan, ayah Angga, mengaku tak tahu-menahu tuntutan terhadap lahan yang kini dikuasai PTPN VII Cinta Manis. Tuntutan disampaikan warga yang tergabung dalam Gerakan Petani Penesak Bersatu (GPPB). Ia bukan anggota GPPB.

Polisi membela diri

Pejabat Sementara Kepala Bidang Humas Polda Sumsel Djarod Padakova menjelaskan, tim yang terdiri atas 120 anggota Polri, Jumat, memasuki empat desa itu dalam rangka patroli dialogis. Polisi juga melakukan olah tempat kejadian terkait laporan hilangnya 127 ton pupuk PTPN VII Cinta Manis.

Polisi menembak, kata Djarot, karena membela diri dari serangan warga. Sejauh ini tak ditemukan peluru tajam sebab semua anggota kepolisian dibekali peluru karet.

Anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Ridha Saleh, meminta satuan Brimob Polri ditarik secepatnya dari lokasi PTPN VII Cinta Manis. Polisi menjadi aktor utama kekerasan yang menelan korban jiwa di lokasi tersebut. (ire/dik)


Editor

Terkini Lainnya

Peti Matinya Dihancurkan, Lansia di China Dapat Kompensasi Rp 2 Juta

Peti Matinya Dihancurkan, Lansia di China Dapat Kompensasi Rp 2 Juta

Internasional
Mulai Tahun Ini, Calon Jemaah Haji yang Meninggal Dunia Bisa Digantikan Keluarganya

Mulai Tahun Ini, Calon Jemaah Haji yang Meninggal Dunia Bisa Digantikan Keluarganya

Nasional
Kepada Sudirman, Ganjar Minta Diajari Buka 5 Juta Lapangan Kerja dalam 5 Tahun

Kepada Sudirman, Ganjar Minta Diajari Buka 5 Juta Lapangan Kerja dalam 5 Tahun

Regional
Partai Hijau di Australia Desak Legalisasi Ganja

Partai Hijau di Australia Desak Legalisasi Ganja

Internasional
Kekuatan Jokowi Untuk Pilpres 2019 Dianggap Lebih Besar Daripada 2014

Kekuatan Jokowi Untuk Pilpres 2019 Dianggap Lebih Besar Daripada 2014

Nasional
Kasus Korupsi Berlian Rp 208 Triliun, Parlemen Zimbabwe Panggil Mugabe

Kasus Korupsi Berlian Rp 208 Triliun, Parlemen Zimbabwe Panggil Mugabe

Internasional
Tertimpa Boneka Beruang saat Tidur, Bayi 18 Bulan Meninggal

Tertimpa Boneka Beruang saat Tidur, Bayi 18 Bulan Meninggal

Internasional
Politisi PDI-P Sebut Jokowi dan Prabowo Bisa Bersatu, Asalkan...

Politisi PDI-P Sebut Jokowi dan Prabowo Bisa Bersatu, Asalkan...

Nasional
Ida Fauziyah Sebut Perempuan Paling Banyak Terdampak Kemiskinan di Jateng

Ida Fauziyah Sebut Perempuan Paling Banyak Terdampak Kemiskinan di Jateng

Regional
Para Perempuan Pengelola Sampah untuk Selamatkan Bumi

Para Perempuan Pengelola Sampah untuk Selamatkan Bumi

Regional
Sandiaga Bantah Bahas Bersatunya Jokowi-Prabowo Saat Bertemu Ketum PPP

Sandiaga Bantah Bahas Bersatunya Jokowi-Prabowo Saat Bertemu Ketum PPP

Nasional
Berteduh di Pos Ronda, Warga Sukabumi Diduga Tewas Tersambar Petir

Berteduh di Pos Ronda, Warga Sukabumi Diduga Tewas Tersambar Petir

Regional
Kota di AS Larang Polisinya Berlatih dengan Militer Israel

Kota di AS Larang Polisinya Berlatih dengan Militer Israel

Internasional
Dilarang ke Pesta Ultah Teman, Gadis 14 Tahun Lompat dari Lantai 15

Dilarang ke Pesta Ultah Teman, Gadis 14 Tahun Lompat dari Lantai 15

Internasional
Ganjar Tepis Anggapan soal Keterlambatan Pengadaan E-KTP di Jateng

Ganjar Tepis Anggapan soal Keterlambatan Pengadaan E-KTP di Jateng

Regional
Close Ads X