Kompas.com - 01/08/2012, 09:58 WIB
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com - Batalnya rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) berimbas pada penundaan kucuran "jatah" beasiswa Bidik Misi bagi perguruan tinggi swasta (PTS). Pemberian Bidik Misi bagi PTS semula direncanakan sebagai kompensasi dari kenaikan harga BBM. Akan tetapi, peluang mendapatkan beasiswa ini masih memungkinkan.

Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Illa Sailah mengungkapkan, ada beberapa syarat utama yang harus dipenuhi PTS untuk mendapatkan beasiswa Bidik Misi.

Menurut Illa, harus ada kesepakatan dari kedua belah pihak, Kemdikbud dan PTS, sebelum beasiswa Bidik Misi resmi dikucurkan. Pasalnya, PTS penerima Bidik Misi tidak bisa lagi menggali partisipasi pendanaan dari mahasiswa miskin penerima beasiswa tersebut.

"Harus ada kesepakatan dari PTS. Belum tentu semuanya (PTS) mau menerima karena mungkin jumlahnya lebih kecil dibandingkan jika menggali pendanaan dari masyarakat," kata Illa kepada para wartawan, Selasa (31/7/2012) malam, di Jakarta.

Ia melanjutkan, syarat penting lainnya adalah, PTS calon penerima beasiswa Bidik Misi tidak sedang memiliki konflik. Baik secara internal, atau pun pelanggaran hukum lain yang berpotensi mengganggu kegiatan akademisnya.

Lebih jauh, Illa berharap, PTS yang kelak menerima beasiswa ini adalah PTS yang taat azas. Dalam artian, PTS tersebut rajin melapor kepada Kopertis (Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta) dan tidak membuka kelas jauh.

"Akreditasi program studinya harus A untuk wilayah Jawa, dan B untuk luar Jawa. Pokoknya kami ingin melindungi mahasiswa agar tidak tersandung di kemudian hari," ujar Illa.

Rencananya, Bidik Misi untuk PTS akan diawali dengan memberikan suntikan dana pada dua ribu mahasiswa miskin dari seluruh PTS dengan unit cost Rp 6 juta untuk satu semester. Jika ditotal, setidaknya Kemdikbud memerlukan Rp 12 miliar untuk menggolkan misinya itu.

Beasiswa Bidik Misi lahir sejak tiga tahun lalu tetapi hanya untuk mahasiswa miskin di Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Hingga saat ini, penerima Bidik Misi di PTN mencapai 90 ribu mahasiswa dengan unit cost yang sama, yakni Rp 12 juta, tetapi untuk satu tahun.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.