DPR: Sekolah Harus Punya Aturan "Anti-bullying" - Kompas.com

DPR: Sekolah Harus Punya Aturan "Anti-bullying"

Kompas.com - 07/08/2012, 15:04 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi X DPR RI, Venna Melinda, mengimbau agar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) segera merumuskan solusi kasus tawuran dan kekerasan di sekolah. Menurutnya, setiap sekolah harus didorong untuk memiliki aturan yang jelas tentang kekerasan di sekolah.

Dalam rapat kerja Komisi X dan Kemendikbud, Selasa (7/8/2012), di Gedung DPR, Jakarta, Venna membahas kasus kekerasan yang terjadi di sekolah. Menurutnya, kasus bullying di SMA Don Bosco adalah puncak kasus-kasus kekerasan di sekolah karena ada siswa dan orang tua yang berani melaporkan ke polisi.

"Pihak Kemendikbud harus bergerak. Arahnya mau kemana? Sebab saya pikir, kekerasan sudah menjadi budaya, sedangkan anak juga berhak dilindungi dalam lingkungan sekolah. Setiap sekolah harus punya school law," ungkapnya.

Menurutnya pula, pemerintah perlu menerapkan kerja sama dengan sekolah untuk segera memutus mata rantai permasalahan kekerasan tersebut. Penguatan pendidikan karakter di sekolah bisa menjadi salah satu solusi utama, namun pemerintah harus memikirkan aturan praktis untuk mengantisipasinya.

"Tadi sudah disebutkan pak Menteri dalam program pengembangan karakter, yaitu siswa diajarkan tentang empat pilar, dan sopan-santun. Harus ada spesifik program untuk memutus mata rantai kekerasan tersebut," ujarnya dalam rapat yang digelar saat reses untuk menyelesaikan pembahasan postur anggaran pendidikan itu.

Politisi Partai Demokrat itu pun mempertanyakan kuantitas kasus yang telah terjadi di Indonesia. Pasalnya, Venna menilai korban kekerasan perlu diberi perhatian khusus karena tingkat traumatis yang ditinggalkan.

"Kalau tidak dihentikan, kebudayaan ini akan terus terjadi. Korban biasanya mengalami tiga efek. Dia akan membalas dendam, linglung atau skizofrenia, atau kadang berujung pada aksi bunuh diri," tuturnya.


PenulisAli Sobri
EditorCaroline Damanik
Komentar

Terkini Lainnya

Peti Matinya Dihancurkan, Lansia di China Dapat Kompensasi Rp 2 Juta

Peti Matinya Dihancurkan, Lansia di China Dapat Kompensasi Rp 2 Juta

Internasional
Mulai Tahun Ini, Calon Jemaah Haji yang Meninggal Dunia Bisa Digantikan Keluarganya

Mulai Tahun Ini, Calon Jemaah Haji yang Meninggal Dunia Bisa Digantikan Keluarganya

Nasional
Kepada Sudirman, Ganjar Minta Diajari Buka 5 Juta Lapangan Kerja dalam 5 Tahun

Kepada Sudirman, Ganjar Minta Diajari Buka 5 Juta Lapangan Kerja dalam 5 Tahun

Regional
Partai Hijau di Australia Desak Legalisasi Ganja

Partai Hijau di Australia Desak Legalisasi Ganja

Internasional
Kekuatan Jokowi Untuk Pilpres 2019 Dianggap Lebih Besar Daripada 2014

Kekuatan Jokowi Untuk Pilpres 2019 Dianggap Lebih Besar Daripada 2014

Nasional
Kasus Korupsi Berlian Rp 208 Triliun, Parlemen Zimbabwe Panggil Mugabe

Kasus Korupsi Berlian Rp 208 Triliun, Parlemen Zimbabwe Panggil Mugabe

Internasional
Tertimpa Boneka Beruang saat Tidur, Bayi 18 Bulan Meninggal

Tertimpa Boneka Beruang saat Tidur, Bayi 18 Bulan Meninggal

Internasional
Politisi PDI-P Sebut Jokowi dan Prabowo Bisa Bersatu, Asalkan...

Politisi PDI-P Sebut Jokowi dan Prabowo Bisa Bersatu, Asalkan...

Nasional
Ida Fauziyah Sebut Perempuan Paling Banyak Terdampak Kemiskinan di Jateng

Ida Fauziyah Sebut Perempuan Paling Banyak Terdampak Kemiskinan di Jateng

Regional
Para Perempuan Pengelola Sampah untuk Selamatkan Bumi

Para Perempuan Pengelola Sampah untuk Selamatkan Bumi

Regional
Sandiaga Bantah Bahas Bersatunya Jokowi-Prabowo Saat Bertemu Ketum PPP

Sandiaga Bantah Bahas Bersatunya Jokowi-Prabowo Saat Bertemu Ketum PPP

Nasional
Berteduh di Pos Ronda, Warga Sukabumi Diduga Tewas Tersambar Petir

Berteduh di Pos Ronda, Warga Sukabumi Diduga Tewas Tersambar Petir

Regional
Kota di AS Larang Polisinya Berlatih dengan Militer Israel

Kota di AS Larang Polisinya Berlatih dengan Militer Israel

Internasional
Dilarang ke Pesta Ultah Teman, Gadis 14 Tahun Lompat dari Lantai 15

Dilarang ke Pesta Ultah Teman, Gadis 14 Tahun Lompat dari Lantai 15

Internasional
Ganjar Tepis Anggapan soal Keterlambatan Pengadaan E-KTP di Jateng

Ganjar Tepis Anggapan soal Keterlambatan Pengadaan E-KTP di Jateng

Regional
Close Ads X