Kompas.com - 16/08/2012, 14:55 WIB
|
EditorCaroline Damanik

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) mengaku tak mau ambil pusing mengenai gugatan terhadap Uji Kompetensi Guru (UKG) yang diajukan ke Mahkamah Agung (MA). Baginya, kementerian akan terus berupaya meningkatkan mutu guru meski dia juga mengakui sejumlah kelemahan dalam penyelenggaraan UKG.

"Saya justru berterimakasih pada pihak yang memperhatikan (menggugat). Jadi bisa mempelajari dan memperbaikinya. Yang jelas, seburuk-buruknya pengukuran itu lebih baik ketimbang opini tanpa mengukur," kata Nuh kepada Kompas.com di gedung Kemdikbud, Jakarta (16/8/2012).

Akan tetapi, lanjut Nuh, dirinya akan lebih berterimakasih jika pihak-pihak yang mempersoalkan UKG dapat bekerjasama dengan pemerintah untuk memberikan solusi. Pasalnya, perdebatan hanya akan menguras waktu dan energi jika tak diimbangi dengan solusi.

"Tetapi saya lebih berterimakasih bila semua pihak ikut andil bersama-sama meningkatkan mutu guru. Kekurangan memang ada, tapi apa gunanya diperdebatkan terus," ungkapnya.

Nuh menjelaskan pula alasan kementerian hanya menguji dua dari empat kompetensi yang harus dimiliki guru. Menurutnya, saat ini, pemerintah belum mampu mengukur kompetensi pribadi dan sosial karena dua unsur kompetensi itu lebih dipahami oleh pimpinannya di sekolah.

"Bagaimana kita bisa mengukur kompetensi sosial dan pribadi, yang lebih paham kan kepala sekolah. Ini bukan mereduksi, tetapi berbagi kewenangan dengan kepala sekolah, dan pemerintah daerah," tuturnya.

Kemarin, gugatan terhadap UKG diajukan lantaran dinilai tidak mematuhi perundang-undangan di atasnya. Penilaian itu diperparah dengan fakta kacaunya penyelenggaraan UKG.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tim penggugat UKG terdiri dari berbagai elemen, selain FSGI, organisasi guru lainnya juga ikut bergabung, yakni Federasi Guru Independen Indonesia (FGII), dan beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) seperti Koalisi Pendidikan dan Indonesia Corruption Watch (ICW).

Baca tentang


    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.