Kompas.com - 06/09/2012, 15:15 WIB
|
EditorCaroline Damanik

DEPOK, KOMPAS.com — Ketua Panitia Khusus Pemilihan Rektor Universitas Indonesia (Pansus Pilrek UI) 2012 Endriartono Sutarto mengatakan, sampai dengan hari ini sudah ada 25 orang yang membuka akun sebagai calon rektor UI. Akan tetapi, dari jumlah itu, belum semuanya dinyatakan lolos seleksi oleh tim panitia Pilrek UI.

Endriartono menjelaskan, jika merunut ke jadwal pelaksanaan yang telah ditentukan, Jumat (7/9/2012) besok adalah hari terakhir waktu verifikasi data. Berdasarkan catatannya, dari ke-25 orang yang membuka akun, sedikitnya baru 15 calon yang menyerahkan berkas persyaratan.

"Pukul 24.00 besok adalah batas akhir pendaftaran. Yang membuka akun ada 25, yang menyerahkan berkas ada 15, dan yang kami nyatakan lolos verifikasi baru delapan calon," kata Endriartono kepada Kompas.com, Kamis (6/9/2012) di Jakarta.

Dia menyampaikan, para calon yang telah diverifikasi dan dinyatakan lolos sudah dipublikasikan melalui situs resmi Pilrek UI, di antaranya Kepala Pengembangan dan Pelayanan Sistem Informasi UI Riri Fitri Sari dan Dekan Fakultas Teknik UI Bambang Sugiarto. Sementara itu, publikasi lainnya baru akan dilakukan setelah calon yang bersangkutan lolos verifikasi.

"Delapan calon sudah kami publikasi, tapi yang lainnya belum. Itu ada aturannya, kami tunggu sampai hari terakhir besok," ujarnya.

Panitia memperpanjang masa pendaftaran calon rektor UI. Seharusnya berakhir 31 Agustus lalu, tetapi panitia memperpanjang waktu pendaftaran sampai besok, Jumat (7/9/2012), bersamaan dengan proses verifikasi yang memang sejak awal dijadwalkan berakhir pada 7 September. Setelah itu agenda Pilrek UI dilanjutkan dengan kampanye secara online (cyber campaign) yang akan berlangsung sampai tanggal 21 September. Dalam periode ini, masyarakat luas bebas memberikan tanggapannya melalui media yang telah disediakan.

Setelah itu, agenda dilanjutkan dengan seleksi Senat Akademik Universitas (SAU) pada 24-27 September 2012 untuk memilih lima calon rektor, serta seleksi akhir pemilihan rektor UI pada 9 Oktober yang dilakukan oleh seluruh anggota MWA.

Sementara itu, syarat mencalonkan diri menjadi Rektor UI adalah wajib membuat pernyataan tertulis jika dirinya bersedia menjadi Rektor UI dan memiliki gelar doktor dari perguruan tinggi yang terakreditasi. Setelah itu, diwajibkan juga menyertakan surat keterangan sehat dari empat rumah sakit negeri, yakni RS Fatmawati, RS Persahabatan, RS Cipto Mangunkusumo, dan RSPAD Gatot Soebroto.

Kemampuan organisasi juga perlu dimiliki para calon, minimal pernah menjabat dua jabatan dalam organisasi yang baik dan nonpolitik dengan masa menjabat selama lima tahun. Para calon juga diminta untuk melampirkan daftar riwayat hidup dan belum berusia 60 tahun saat yang bersangkutan mendaftar sebagai calon rektor UI. Diwajibkan juga menyerahkan makalah untuk membeberkan motivasi atau alasan dirinya mencalonkan diri sebagai rektor UI.

Calon rektor UI tidak diperkenankan berasal dari salah satu pengurus partai politik. Di luar itu, para calon rektor juga tidak pernah tersandung masalah hukum, bersedia dievaluasi, dan bersedia berhenti jika dinilai tak sanggup mengemban tugasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    27th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Verifikasi akun KG Media ID
    Verifikasi akun KG Media ID

    Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

    Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.