Kemendikbud: Temuan BAKN Bukan Indikasi Korupsi - Kompas.com

Kemendikbud: Temuan BAKN Bukan Indikasi Korupsi

Kompas.com - 06/09/2012, 16:03 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) membantah jika dugaan penyimpangan anggaran yang dilontarkan oleh Badan Analisis Keuangan Negara (BAKN) DPR bukanlah indikasi terjadinya korupsi. Meski dugaan penyimpangan keuangan yang total kerugiannya mencapai Rp 137,3 miliar tersebut sampai saat ini masih ditelusuri oleh pihak Kemdikbud.

“Bukan, itu bukan dan belum menjadi indikasi korupsi. Ini perlu pembuktian lebih lanjut. Kalau korupsi itu indikasinya seperti menguntungkan pribadi, melawan hukum dan merugikan negara,” kata Inspektur Jenderal Kemendikbud, Haryono Umar saat ditemui di gedung parlemen, Jakarta, Kamis (6/9/2012).

Haryono menjelaskan, informasi yang diterima oleh Kemdikbud hingga saat ini juga tidak menjurus ke arah indikasi korupsi. Menurut Haryono, laporan BAKN DPR tersebut hanya sebatas buruknya pengelolaan administrasi dan laporan keuangan di beberapa Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

“Jadi hanya sebatas informasi mengenai buruknya administrasi keuangan di PTN saja. Tidak benar jika dikaitkan dengan dugaan penyimpangan atau korupsi,” ujarnya.

Laporan hasil analisa BAKN DPR menyebutkan soal audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap 16 PTN Negeri dan 3 Direktorat Jenderal di Kemendikbud. Hasil telaah BAKN menemukan adanya dugaan penyimpangan proses penganggaran pengadaan barang dan jasa Kemendikbud dari sejak perencanaan hingga pelaksanaan.

Mantan petinggi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini menjelaskan, masalah administrasi yang sebenarnya terjadi dalam laporan tersebut salah satunya adalah pembayaran denda keterlambatan yang harus dibayar oleh kontraktor sehingga masuk dalam temuan BPK.

“Sampai saat ini proses pembayaran denda itu memang belum selesai dan baru mencapai 50 persen. Tetapi ada juga perusahaan yang bekerjasama dengan PTN tidak mau membayar denda itu dengan alasan semua sudah dikerjakan sesuai aturan hukum yang ada,” paparnya.

Dengan demikian, lanjut Haryono, saat ini kementerian terus mendorong PTN untuk segera memperbaiki dan menyelesaikan masalah administrasi yang ada.

“Biarkan mereka (PTN) membenahi persoalan administrasinya dulu,” imbuhnya.

 


EditorCaroline Damanik
Komentar

Terkini Lainnya

Saat Konser Rhoma Irama, Pendukung Sudirman-Ida Kenakan Kaus #2018GantiGubernurJateng

Saat Konser Rhoma Irama, Pendukung Sudirman-Ida Kenakan Kaus #2018GantiGubernurJateng

Regional
Irak dan UEA Sepakat Bangun Kembali Masjid Agung di Kota Mosul

Irak dan UEA Sepakat Bangun Kembali Masjid Agung di Kota Mosul

Internasional
Gatot: Apabila Republik Memanggil dan Rakyat Berkehendak, Saya Siap jadi Presiden

Gatot: Apabila Republik Memanggil dan Rakyat Berkehendak, Saya Siap jadi Presiden

Nasional
Kepala Divisi Keuangan First Travel Modali Mantan Pacar Buka Salon Rp 60 Juta

Kepala Divisi Keuangan First Travel Modali Mantan Pacar Buka Salon Rp 60 Juta

Nasional
Tokoh Nomor Dua Houthi Tewas dalam Serangan Udara Koalisi Arab Saudi

Tokoh Nomor Dua Houthi Tewas dalam Serangan Udara Koalisi Arab Saudi

Internasional
Bos First Travel Tak Akui Beli Mobil Hingga Jalan-jalan Keliling Eropa Pakai Uang Perusahaan

Bos First Travel Tak Akui Beli Mobil Hingga Jalan-jalan Keliling Eropa Pakai Uang Perusahaan

Nasional
Jaya Suprana Puji Drama Musikal Napi, Usul DPR Buat Hal yang Sama

Jaya Suprana Puji Drama Musikal Napi, Usul DPR Buat Hal yang Sama

Nasional
Merasa Nama Baik Dicemarkan, Guntur Romli Melapor ke Polda Metro Jaya

Merasa Nama Baik Dicemarkan, Guntur Romli Melapor ke Polda Metro Jaya

Megapolitan
Pemprov DKI Kirim Surat Jawaban soal Tanah Abang kepada Ombudsman Senin Sore

Pemprov DKI Kirim Surat Jawaban soal Tanah Abang kepada Ombudsman Senin Sore

Megapolitan
14 Narapidana Lapas Manokwari Kabur dengan Mengancam Sipir

14 Narapidana Lapas Manokwari Kabur dengan Mengancam Sipir

Regional
Saksi Jelaskan Kronologi Penipuan Hotel BCC, Terdakwa Tjipta Membantah

Saksi Jelaskan Kronologi Penipuan Hotel BCC, Terdakwa Tjipta Membantah

Regional
Militer Israel Lancarkan Serangan ke Artileri Milik Rezim Suriah

Militer Israel Lancarkan Serangan ke Artileri Milik Rezim Suriah

Internasional
Sampaikan 3 Tuntutan, Pengemudi Ojek 'Online' Tunggu Realisasi Janji Komisi V DPR

Sampaikan 3 Tuntutan, Pengemudi Ojek "Online" Tunggu Realisasi Janji Komisi V DPR

Megapolitan
Ratusan Napi Gelar Drama Teater di TIM, Wiranto Nilai Istimewa

Ratusan Napi Gelar Drama Teater di TIM, Wiranto Nilai Istimewa

Nasional
Hilang Dua Bulan, Seorang Pria Ditemukan Tewas di Pulau Tak Berpenghuni

Hilang Dua Bulan, Seorang Pria Ditemukan Tewas di Pulau Tak Berpenghuni

Internasional
Close Ads X