Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 12/09/2012, 17:05 WIB
|
EditorCaroline Damanik

JAKARTA, KOMPAS.com - Tabir dugaan penyelewengan anggaran yang terjadi di internal Universitas Indonesia (UI) semakin terang benderang. Hari ini, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyampaikan hasil penelusuran terkait dugaan tersebut. Mengejutkan, penyelewengan itu berpotensi kuat merugikan negara lebih dari Rp 150 miliar.

Aktivis gerakan UI Bersih, Taufik Bahaudin mengatakan, berdasarkan laporan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), telah ada beberapa saksi yang dimintai keterangan terkait permasalahan itu. Proses penyidikan terus berjalan meski tak terangkat oleh media secara luas.

"Kata orang KPK, semua akan terkuak dan menunggu waktu. Kasus terus diselidiki, dan saksi-saksi sudah diperiksa," kata Taufik kepada Kompas.com, di gedung Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Jakarta, Rabu (12/9/2012).

Ditemui di lokasi yang sama, Ketua I Ikatan Alumni (Iluni) UI, Rudy Yohanes mengungkapkan hal senada. Bahkan secara tegas dia berani mengatakan adanya kemungkinan mantan Rektor UI, Gumilar Rusliwa Somantri terlibat dalam penyelewengan anggaran tersebut. Pasalnya, BPK menemukan ratusan miliar kerugian negara di masa kepemimpinan Gumilar, yakni pada periode 2008-2012.

"Sangat mungkin dia (Gumilar) tersangkut, kan itu periode dia menjabat sebagai rektor. Dia banyak melanggar aturan, khususnya mengenai pengadaan barang dan jasa yang diputuskan sepihak," ujarnya.

BPK mengundang beberapa perwakilan dari gerakan UI Bersih dan elemen lainnya untuk menyampaikan hasil penelusuran dugaan penyelewengan dana di UI. Dalam kesempatan itu, selain Taufik dan Rudi, Ketua Ilini UI, Chandra Motik Yusuf bersama Wakil Dekan Fakultas Kedokteran UI, Pratiwi Soedarmono juga hadir dalam pertemuan yang digelar tertutup itu.

Hasilnya cukup mencengangkan, karena hasil temuan BPK mencatat ada beberapa dana kegiatan atau proyek yang diselewengkan. Dua kasus terbesar adalah pada pembangunan asrama mahasiswa (PGT 17) di Pegangsaan Timur, Jakarta, sebesar Rp 41 miliar, dan pengadaan teknologi informasi (IT) di perpustakaan pusat UI sebesar Rp 114 miliar.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka. Proses penyidikan masih terus dilakukan oleh BPK bersama KPK.


Simak juga bantahan Gumilar R Somantri dalam Gumilar: "Saya Tidak Korupsi"

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+