Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 13/09/2012, 08:51 WIB
|
EditorCaroline Damanik

JAKARTA, KOMPAS.com — Mantan Rektor Universitas Indonesia Gumilar Rusliwa Somantri menegaskan bahwa dirinya tidak terlibat dalam penyelewengan anggaran selama menjabat sebagai Rektor UI periode 2007-2012. Hal itu dilontarkannya menanggapi temuan Badan Pemeriksaan Keuangan mengenai penyelewengan anggaran di UI yang berpotensi merugikan negara miliaran rupiah.

"Saya tidak korupsi, saya tidak pernah meminta dan menyuruh siapa pun untuk korupsi," kata Gumilar kepada Kompas.com, Rabu (12/9/2012).

Selain bantahan, Gumilar enggan memberikan tanggapan terlalu jauh. Pasalnya, pakar sosiologi kota ini mengaku belum memperoleh informasi apa pun terkait temuan BPK tersebut.

"Laporan apa? Pemeriksaan siapa? Saya belum tahu mengenai itu, kenapa semuanya pas dengan masa pemilihan rektor?" ungkapnya.

Kemarin, BPK menyampaikan temuannya mengenai dugaan penyimpangan anggaran di tubuh UI selama periode kepemimpinan Gumilar kepada sejumlah aktivis dari elemen-elemen UI. Nilainya tak sedikit, berdasarkan pemeriksaan BPK pada laporan keuangan UI di tahun 2008-2010 ditemui ada penyimpangan sebesar Rp 41 miliar. Sementara itu, di periode selanjutnya, yakni pada tahun 2011 dan semester I 2012, BPK menemukan penyimpangan anggaran yang jumlahnya jauh lebih besar, yaitu sekitar Rp 117 miliar untuk keperluan pengadaan perangkat teknologi informasi di perpustakaan pusat UI.

Sampai berita ini diturunkan belum ada seorangpun yang ditetapkan sebagai tersangka. BPK telah menyerahkan hasil temuannya kepada DPR selanjutnya kasus ini akan didalami bersama Komisi Pemberantasan Korupsi. Namun, namanya disebut-sebut terlibat karena, dalam periode laporan keuangan yang ditemukan penyelewengan anggaran itu, Gumilar tengah menjabat sebagai rektor UI (baca juga: "Sangat Mungkin Gumilar Tersangkut...").

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+