Kompas.com - 19/09/2012, 11:23 WIB
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Mohammad Nuh enggan berkomentar banyak menanggapi isu yang berkembang tentang politisasi guru dalam proses pemilihan kepala daerah (pilkada) DKI Jakarta. Menurutnya, Kemdikbud tidak memiliki kewenangan untuk menyusup dalam kancah perpolitikan.

"Kemdikbud tak punya tangan langsung ke situ (politik). Paling banter, kita menumbuhkan kesadaran pada masyarakat untuk menjadi pemilih cerdas," kata Nuh, seusai membuka Indonesian Science Festival, di Jakarta, Rabu (19/9/2012).

Ia menegaskan, sesuai aturan yang berlaku, semua guru tak dapat dimanfaatkan untuk kepentingan politik. Baik itu pemilihan kepala daerah, ataupun pemilihan presiden.

"Kalau sosialisasi dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) atau tim sukses tertentu untuk memberikan pemahaman menggunakan hak pilih, itu boleh. Tapi kalau diarahkan untuk memilih calon tertentu, itu yang salah," tegasnya.

Seperti diberitakan, beberapa organisasi guru di DKI Jakarta membeberkan fakta bahwa tak sedikit guru di Ibu Kota yang dipolitisasi untuk memilih salah satu calon tertentu. Khususnya, pada Pilkada DKI putaran kedua. Praktik memanfaatkan guru pada Pilkada DKI dilakukan dengan berbagai modus. Misalnya, melalui pengarahan dalam forum diskusi atau seminar. Bahkan, ada yang melalui ceramah agama. Praktik ini biasanya disisipkan dalam kegiatan ceramah keagamaan di sekolah. Isinya, arahan untuk memilih calon tertentu.

Menyikapi hal ini, beberapa organisasi guru seperti Forum Musyawarah Guru Jakarta (FMGJ), Sekolah Tanpa Batas (STB), Serikat Guru Tangerang (SGT), dan Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) menggelar deklarasi menolak politisasi guru untuk pilkada yang bersih, damai, dan berintegritas. Deklarasi itu dilangsungkan di Kantor Indonesia Corruption Watch (ICW), Jakarta, Selasa (18/9/2012) kemarin.

Berita terkait dugaan politisasi guru dapat diikuti dalam topik "Dugaan Politisasi Guru dalam Pilkada DKI"

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    27th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Verifikasi akun KG Media ID
    Verifikasi akun KG Media ID

    Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

    Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.