Kompas.com - 19/09/2012, 20:31 WIB
|
EditorRobert Adhi Ksp

Pihak yayasan memberi waktu selama satu bulan terhitung sejak surat itu dikirimkan pada tanggal 14 September 2012. Marthen menilai polemik tersebut harus segera diselesaikan.

"Karena itu, saya mengajukan uji materi agar jelas apakah kebijakan itu benar atau salah. Kami tidak ingin konflik ini berlarut-larut hingga membahayakan dosen dan mahasiswa," kata Marthen.

Sistem semester antara sebenarnya telah diberlakukan di UKSW sejak tahun 2002. Namun, tidak semua fakultas diwajibkan menganut sistem itu. Dalam perjalanannya, pihak Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi Negeri serta Koodinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) wilayah Jawa Tengah, pernah melarang penerapan sistem yang dikenal dengan sistem tri semester itu.

Pihak YPTKSW juga sudah pernah mengingatkan UKSW untuk tidak menerapkan sistem tersebut.

Marthen mengatakan, sekalipun kebijakan itu tidak dipaksakan diterapkan untuk semua fakultas, jika hasil uji materi menyatakan SK tersebut melanggar peraturan perundang-undangan, pihak universitas dapat terkena sanksi. Sementara itu, Rektor UKSW John Titaley menolak berkomentar mengenai polemik tersebut ketika dihubungi melalui pesan singkat. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.