Kompas.com - 21/09/2012, 12:47 WIB
|
EditorMarcus Suprihadi

JAKARTA, KOMPAS.com- Keinginan DPR untuk merevisi UU No 20/2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisidiknas) bisa jadi angin segar untuk perubahan kebijakan ujian nasional. Hingga saat ini, pelaksanaan UN sebagai salah satu penentu kelulusan siswa terus menuai pro-kontra.

Soedijarto, Pengamat Pendidikan dari Universitas Negeri Jakarta, Jumat (21/9/2013), mengatakan, revisi UU Sisidiknas seharusnya hanya untuk memperbaiki hal-hal yang dirasa masih kurang atau belum pas. Termasuk, persoalan UN yang terus disorot.

"Sebab, di dalam UU Sisidiknas sudah diatur tentang evaluasi yang dilaksanakan oleh sekolah. Namun, tanpa dasar yang jelas, pemerintah dan Badan Standar Nasional Pendidikan mengatur UN dalam peraturan pemerintah yang tidak sejalan dengan UU Sisidiknas," kata Soedijarto.

Mohammad Abduhzen, Direktur Eksekutif Institute for Education Reform Universitas Paramadina Jakarta, mengatakan kebijakan UN tak boleh dianggap sepele. Pelaksanaan UN bukan sekadar menyimpang dari perundang-undangan dan hak anak menurut putusan pengadilan, serta melanggar prinsip-prinsip pedagogi.

"UN adalah makar melalui demoralisasi bangsa," ujar Abduhzen.

Penyelenggaraan UN yang memunculkan konspirasi guru dan murid untuk melakukan kecurangan berulang-ulang telah meruntuhkan makna dan sendi-sendi utama pendidikan. "Kejujuran dan sportivitas dalam pembelajaran jadi absurd. Ini bibit korupsi yang ditanamkan dan diteguhkan secara efektif ke dalam jiwa anak di seantero negeri. Karena itu, UN harus dihentikan," kata Abduhzen yang juga Ketua Penelitian dan Pengembangan Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    27th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Verifikasi akun KG Media ID
    Verifikasi akun KG Media ID

    Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

    Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.