Dana Abadi Pendidikan Dikhawatirkan Tumpang Tindih - Kompas.com

Dana Abadi Pendidikan Dikhawatirkan Tumpang Tindih

Kompas.com - 26/09/2012, 20:11 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Dana abadi pendidikan atau dana pengembangan pendidikan nasional yang diambil dari anggaran fungsi pendidikan terus disorot.

Penggunaan dana abadi ini dikhawatirkan tumpang tindih atau duplikasi dengan anggaran yang sudah ada karena peruntukannya untuk tiga hal yang sudah ada dalam pembiayaan pemerintah di bidang pendidikan.

Dana abadi pendidikan hanya bisa digunakan untuk menyediakan beasiswa S-2 dan S-3 yang dapat diakses semua warga negara Indonesia, penelitian-penelitian unggulan nasional, dan perbaikan infrastruktur penididikan di daerah bencana.

Dana abadi pendidikan dikelola badan layanan umum (BLU) yang di dalamnya ada unsur Kementerian Keuangan, Pendidikan dan Kebudayaan, dan Agama.

"Alokasi dana abadi pendidikan perlu dicermati. Jangan jadi akal-akalan pemerintah untuk menyiasati supaya anggaran 20 persen terpenuhi, tetapi sebenarnya dananya tidak ada. Apalagi dana abadi pendidikan ini yang bisa digunakan cuma bunganya," kata Ferdiansyah, anggota Komisi X DPR di Jakarta, Rabu (26/9/2012).

Menurut Ferdiansyah, untuk tahun 2013 pemerintah mengusulkan penambahan dana sebesar Rp 5 triliun. Namun, Komisi X menilai masih perlu dana untuk kebutuhan pendidikan mendesak lainnya sehingga merestui senilai Rp 1 triliun saja.

Jumlah dana abadi pendidikan dari tahun 2010-2012 sekitar Rp 10,6 triliun. Dana abadi pendidikan ini dari penyisihan sekitar satu persen anggaran fungsi pendidikan setiap tahun yang digagas pemerintah.

"Penggunaan dana abadi pendidikan juga tidak istimewa. Semua ada di program Kemdikbud dan Kemenag yang sudah ada. Bahkan, untuk perbaikan infrastruktur sekolah rusak karena bencana sudah ada dari Badan Penanggulangan Bencana Nasional. Jadi, perlu diawasi supaya tidak duplikasi anggaran. Siapa yang mengawasi? Komisi X belum banyak tahu mengenai bagaimana pengelolaan danpemanfaatan dana abadi tersebut," kata Ferdiansyah.

Reni Marlinawati, anggota Komisi X lainnya mengatakan, pemerintah begitu peduli untuk menyiapkan dana abadi yang penggunaannya hanya bunga. Padahal, ada sejumlah masalah pendidikan yang segera diselesaikan.

"Sebagai contoh sekitar 59.000 anak-anak TKI di Malaysia yang masih usia sekolah terancam buta huruf karena sulit sekolah. Tetapi karena alasan anggaran terbatas, mereka tidak diperhatikan serius. Ternyata pemerintah punya dana abadi pendidikan yang besar yang penggunaannya tidak bisa untuk membantu mereka yang juga anak-anak bangsa," ujar Reni.

Secara terpisah, Mohammad Abduhzen, Direktur Eksekutif Institute for Education Reform Universitas Paramadina, mengatakan, dana abadi pendidikan itu sepertinya memanjangkan rantai birokrasi karena bunganya dikelola oleh BLU. Pertanggungjawaban soal bunganya juga dipertanyakan.

"Selain itu, semua program yang akan didanani dana abadi sudah jadi mata anggaran di APBN. Jadi, sangat mungkin terjadi anggaran ganda dan rawan dikorupsi," kata Abduhzen.

Abduhzen juga menyoroti soal pemikiran tentang memperbanyak jumlah lulusan magister dan doktor.

"Sasarannya masih sangat kuantitatif. Saya khawatir mengabaikan mutu. Gejala itu sudah tampak. Banyak doktor yang tidak menjalankan perannya, asal mengejar gelar untuk gengsi," ujar Abduhzen.


EditorAgus Mulyadi
Komentar

Terkini Lainnya

Saat Konser Rhoma Irama, Pendukung Sudirman-Ida Kenakan Kaus #2018GantiGubernurJateng

Saat Konser Rhoma Irama, Pendukung Sudirman-Ida Kenakan Kaus #2018GantiGubernurJateng

Regional
Irak dan UEA Sepakat Bangun Kembali Masjid Agung di Kota Mosul

Irak dan UEA Sepakat Bangun Kembali Masjid Agung di Kota Mosul

Internasional
Gatot: Apabila Republik Memanggil dan Rakyat Berkehendak, Saya Siap jadi Presiden

Gatot: Apabila Republik Memanggil dan Rakyat Berkehendak, Saya Siap jadi Presiden

Nasional
Kepala Divisi Keuangan First Travel Modali Mantan Pacar Buka Salon Rp 60 Juta

Kepala Divisi Keuangan First Travel Modali Mantan Pacar Buka Salon Rp 60 Juta

Nasional
Tokoh Nomor Dua Houthi Tewas dalam Serangan Udara Koalisi Arab Saudi

Tokoh Nomor Dua Houthi Tewas dalam Serangan Udara Koalisi Arab Saudi

Internasional
Bos First Travel Tak Akui Beli Mobil Hingga Jalan-jalan Keliling Eropa Pakai Uang Perusahaan

Bos First Travel Tak Akui Beli Mobil Hingga Jalan-jalan Keliling Eropa Pakai Uang Perusahaan

Nasional
Jaya Suprana Puji Drama Musikal Napi, Usul DPR Buat Hal yang Sama

Jaya Suprana Puji Drama Musikal Napi, Usul DPR Buat Hal yang Sama

Nasional
Merasa Nama Baik Dicemarkan, Guntur Romli Melapor ke Polda Metro Jaya

Merasa Nama Baik Dicemarkan, Guntur Romli Melapor ke Polda Metro Jaya

Megapolitan
Pemprov DKI Kirim Surat Jawaban soal Tanah Abang kepada Ombudsman Senin Sore

Pemprov DKI Kirim Surat Jawaban soal Tanah Abang kepada Ombudsman Senin Sore

Megapolitan
14 Narapidana Lapas Manokwari Kabur dengan Mengancam Sipir

14 Narapidana Lapas Manokwari Kabur dengan Mengancam Sipir

Regional
Saksi Jelaskan Kronologi Penipuan Hotel BCC, Terdakwa Tjipta Membantah

Saksi Jelaskan Kronologi Penipuan Hotel BCC, Terdakwa Tjipta Membantah

Regional
Militer Israel Lancarkan Serangan ke Artileri Milik Rezim Suriah

Militer Israel Lancarkan Serangan ke Artileri Milik Rezim Suriah

Internasional
Sampaikan 3 Tuntutan, Pengemudi Ojek 'Online' Tunggu Realisasi Janji Komisi V DPR

Sampaikan 3 Tuntutan, Pengemudi Ojek "Online" Tunggu Realisasi Janji Komisi V DPR

Megapolitan
Ratusan Napi Gelar Drama Teater di TIM, Wiranto Nilai Istimewa

Ratusan Napi Gelar Drama Teater di TIM, Wiranto Nilai Istimewa

Nasional
Hilang Dua Bulan, Seorang Pria Ditemukan Tewas di Pulau Tak Berpenghuni

Hilang Dua Bulan, Seorang Pria Ditemukan Tewas di Pulau Tak Berpenghuni

Internasional
Close Ads X