Kompas.com - 26/09/2012, 20:29 WIB
Penulis Imanuel More
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Tawuran pelajar antara siswa SMA Yayasan Karya 66 Kampung Melayu dan kelompok pelajar SMK Kartika Zeni (KZ) Matraman di Jalan Minangkabau, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (26/9/2012) siang, menewaskan Deny Yanuar (17).

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan Ajun Komisaris Besar Hermawan dalam keterangan pers di Mapolrestro Jaksel menjelaskan, tawuran itu merupakan buntut pertikaian lama pelajar kedua sekolah di wilayah Jakarta Timur tersebut.

"Lanjutan dari pertikaian di Jakarta Timur. Terjadi tawuran di situ karena anak-anak itu memang tinggal di sekitar wilayah itu," terang Hermawan.

Ia menjelaskan, sekitar pukul 13.00, delapan pelajar SMA Yake menumpang Metromini 62 jurusan Pasar Minggu-Manggarai dari arah Pancoran. Saat hendak turun di sekitar TKP, depan Restoran Toba Tabo, mereka diserang oleh kelompok pelajar SMK KZ yang berjumlah sekitar 15 orang.

"Mereka diserang dengan lemparan batu. Karena kalah jumlah dan tidak ada persiapan, mereka lari," kata Hermawan.

Dalam upaya meloloskan diri ke arah Manggarai, korban yang kerap dipanggil Yadut dapat dikejar kelompok penyerang. Ia pun kemudian diserang dengan menggunakan celurit.

"Korban disabet pakai celurit sebanyak dua kali," kata Hermawan.

Korban langsung terkapar bersimbah darah dan tewas beberapa saat kemudian akibat luka di rusuk kiri dan pinggang kanan. Para penyerang kemudian melarikan diri.

"Setelah dua jam melakukan pengembangan, pelaku bisa dibekuk tak jauh dari lokasi kejadian. Inisialnya AD," ungkap Hermawan.

Pelaku bisa lebih cepat diamankan lantaran kelompok penyerang ataupun yang diserang umumnya bermukim tak jauh dari lokasi kejadian.

"Saat pulang sekolah mereka kebetulan saling bertemu, kemudian ejek-ejekan, dan tawuran," ujar Hermawan.

Selain pelaku, petugas juga berhasil menemukan barang bukti celurit yang digunakan pelaku. Barang bukti bersama tiga rekan korban sudah dibawa ke Mapolres Jakarta Selatan untuk dimintai keterangan. Ketiga saksi itu adalah FB, JAP, dan PE.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.