Kompas.com - 19/10/2012, 17:11 WIB
EditorBenny N Joewono

PURWOKERTO, KOMPAS.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan meminta perguruan tinggi di seluruh Indonesia memberikan mata kuliah atau pendidikan antikorupsi bagi mahasiswa sebagai bagian dari gerakan pemberantasan korupsi.

"Keberadaan pendidikan antikorupsi di kampus, sebenarnya lebih kepada menularkan semangat untuk mendorong perguruan tinggi ikut serta dalam gerakan pemberantasan korupsi," kata Kepala Pusat informasi dan Humas Kemendikbud Ibnu Hamad di Purwokerto, Jumat (19/10/2012).

Ibnu mengatakan hal itu usai kegiaan Sosialisasi Undang-Undang Pendidikan Tinggi di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto.

Kendati demikian, dia mengatakan sebelum pendidikan antikorupsi diajarkan, para dosen yang akan mengajarkannya harus mengikuti pelatihan atau "training of trainer" (TOT).

Menurut dia, hingga saat ini Kemendikbud telah mengadakan TOT bagi 1.000 dosen, baik perguruan tinggi negeri maupun swasta.

Ia mengatakan, pelatihan tersebut diharapkan bisa menjadi embrio terselenggaranya mata kuliah antikorupsi di seluruh perguruan tinggi. "Kami mendorong agar seluruh perguruan tinggi bisa menyelenggarakan pendidikan antikorupsi ini," katanya.

Ia mengharapkan, pendidikan antikorupsi bisa menekan laju korupsi di Indonesia dan penerapan UU Pendidikan Tinggi bisa menekan angka korupsi di lembaga pendidikan tinggi.

Meskipun telah memberikan pelatihan bagi para dosen, dia mengatakan Kemendikbud belum bisa memastikan jumlah kampus yang sudah mengajarkan pendidikan antikorupsi sebagai mata kuliah pilihan.

"Kami belum melakukan pemetaan terkait perguruan tinggi mana saja yang telah mengajarkan pendidikan antikorupsi di Indonesia saat ini. Namun yang sudah pasti adalah ITB dan UI yang telah memasukkan mata kuliah antikorupsi," katanya.

Sementara itu, Pembantu Rektor II Unsoed Purwokerto Eko Haryanto mengatakan pihaknya belum akan menambahkan mata kuliah antikorupsi karena hingga saat ini belum ada dosen perguruan tinggi negeri ini yang mengikuti pelatihan. "Kami akan kirim dosen untuk mengikuti pelatihan," katanya.

Kendati demikian, dia mengatakan pihaknya akan menyerahkan kepada mekanisme hukum jika ada dosen Unsoed yang terlibat korupsi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.