Masa Emas Belajar Bahasa

Kompas.com - 29/10/2012, 12:20 WIB
EditorCaroline Damanik

Oleh: Ainna Amalia FN

KOMPAS.com - Wacana penghapusan bahasa Inggris dari kurikulum SD selayaknya patut dipertimbangkan efek untung dan ruginya. Jangan hanya mengedepankan pertimbangan emosional yang bersifat reaksioner tanpa menghiraukan manfaatnya yang bisa jadi lebih besar.

Alasan-alasan yang bersifat ilmiah, rasional, dan terukur sangat perlu sebagai dasar bagi keputusan yang dibuat sehingga bongkar pasang kurikulum tidak terjadi tiap kali menteri berganti.

Sesuai dengan Peraturan Mendiknas No 23/2006, standar kelulusan pembelajaran bahasa Inggris: siswa SD/MI adalah peserta didik yang harus mampu menunjukkan keterampilan menyimak, membaca, menulis, dan berbicara dalam bahasa Inggris. Dari sini terlihat bahwa pembelajaran bahasa Inggris menuntut siswa SD dapat menggunakan empat alat indra sekaligus serta fungsi kognitifnya.

Pertanyaannya, apakah perkembangan kemampuan berbahasa anak usia 6-12 tahun ini akan terganggu? Soalnya, pada saat yang sama mereka juga harus menggunakan otak dan alat indranya untuk mempelajari bahasa lain: bahasa Indonesia. Lalu apakah bahasa ibu, dalam hal ini bahasa Indonesia, akan mengalami kekacauan jika pada saat yang sama mempelajari bahasa asing?

Perkembangan berbahasa

Secara psikologis, siswa SD yang berusia 7-12 tahun ini berada pada masa kanak-kanak tengah, middle childhood. Fase ini menjadi masa emas untuk belajar bahasa selain bahasa ibu (bahasa pertama). Kondisi otaknya masih plastis dan lentur sehingga penyerapan bahasa lebih mudah. Menurut tokoh psikososial Erikson, kemampuan berbahasa anak pada fase ini lebih berkembang dengan cara berpikir konsep operasional konkret.

Area pada otak yang mengatur kemampuan berbahasa terlihat mengalami perkembangan paling pesat ketika anak berusia 6-13 tahun, yang biasa disebut sebagai critical periods. Selain itu, kemampuan dalam proses kognitif, kreativitas, dan divergent thinking berada pada kondisi optimal sehingga secara biologis menjadi waktu yang tepat untuk mempelajari bahasa asing. Hal ini berdasarkan hasil riset teknologi brain imaging di University of California, Los Angeles.

Penelitian lain juga menunjukkan hasil yang sama sebagaimana yang dilakukan Kormi dan Nouri (2008): anak-anak yang mempelajari lebih dari satu bahasa memiliki kemampuan lebih dalam tugas memori episodic, mempelajari kalimat dan kata, dan memori semantic, kelancaran menyampaikan pesan dan mengategorikannya.

Dua penelitian ini menunjukkan bahwa bilingualisme tidak akan mengganggu performa linguistik anak dalam bahasa apa pun. Belum ada bukti bahwa bahasa pertama akan bermasalah jika mempelajari bahasa kedua, ketiga, dan seterusnya sebab fase anak-anak tengah memiliki fleksibilitas kognitif dan meningkatnya pembentukan konsep.

Menurut Hurlock (1993), anak-anak ini mampu memahami bahasa asing dengan baik seperti halnya pemahaman terhadap bahasa ibunya dalam empat keterampilan berbahasa: mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis. Oleh karena itu, anak-anak SD secara biologis berada dalam masa emas untuk mempelajari bahasa Inggris sebagai bahasa kedua setelah bahasa Indonesia.

Halaman:
Baca tentang
    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
    Komentar


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Perkuat Wawasan Konstitusi, Untar Tuan Rumah Kompetisi Peradilan Semu

    Perkuat Wawasan Konstitusi, Untar Tuan Rumah Kompetisi Peradilan Semu

    Edukasi
    Lulusan SMK hingga S1, Ini Jadwal Lengkap Seleksi CPNS Kemendikbud 2019

    Lulusan SMK hingga S1, Ini Jadwal Lengkap Seleksi CPNS Kemendikbud 2019

    Edukasi
    CPNS 2019 Kemendikbud Cari Lulusan SMK hingga S1, Ini Jurusan Dibutuhkan

    CPNS 2019 Kemendikbud Cari Lulusan SMK hingga S1, Ini Jurusan Dibutuhkan

    Edukasi
    Kemendikbud Buka Formasi CPNS 2019, Ini Unit Kerja serta Syarat yang Dibutuhkan

    Kemendikbud Buka Formasi CPNS 2019, Ini Unit Kerja serta Syarat yang Dibutuhkan

    Edukasi
    Tidak Hanya Pintar, Ini 15 Universitas Terbaik dalam Pengabdian Masyarakat

    Tidak Hanya Pintar, Ini 15 Universitas Terbaik dalam Pengabdian Masyarakat

    Edukasi
    Cerita Afni dan Perjalanannya Meraih Cita-Cita

    Cerita Afni dan Perjalanannya Meraih Cita-Cita

    BrandzView
    Perkuat Kompetensi Guru Kreatif, Yayasan Pendidikan Astra Gelar Seminar STEM

    Perkuat Kompetensi Guru Kreatif, Yayasan Pendidikan Astra Gelar Seminar STEM

    Edukasi
    Mengenal Prof Bambang Hero Saharjo, Penerima Penghargaan Internasional John Maddox

    Mengenal Prof Bambang Hero Saharjo, Penerima Penghargaan Internasional John Maddox

    Edukasi
    Ini Dia Para Jawara 'IdeaNation 2019', dari Kampus Mana Saja?

    Ini Dia Para Jawara "IdeaNation 2019", dari Kampus Mana Saja?

    Edukasi
    Sering Kehilangan Semangat Belajar? Coba Lakukan Hal Ini!

    Sering Kehilangan Semangat Belajar? Coba Lakukan Hal Ini!

    BrandzView
    Kisah Ayah Inspiratif, dari Buruh Tani hingga Antar Anak Tiap Hari

    Kisah Ayah Inspiratif, dari Buruh Tani hingga Antar Anak Tiap Hari

    Edukasi
    Upaya Menyandingkan 'Habibie Award' Jadi Sekelas 'Nobel'

    Upaya Menyandingkan "Habibie Award" Jadi Sekelas "Nobel"

    Edukasi
    Wahai Mahasiswa yang Hobi Rebahan, Ini 7 Pekerjaan Sampingan Cocok Buat Kamu

    Wahai Mahasiswa yang Hobi Rebahan, Ini 7 Pekerjaan Sampingan Cocok Buat Kamu

    Edukasi
    Berjasa Bidang Pengetahuan, Ini 5 Penerima 'Habibie Award 2019'

    Berjasa Bidang Pengetahuan, Ini 5 Penerima "Habibie Award 2019"

    Edukasi
    Prof. Bambang Hero Saharjo Raih Penghargaan Internasional 'John Maddox Prize 2019'

    Prof. Bambang Hero Saharjo Raih Penghargaan Internasional "John Maddox Prize 2019"

    Edukasi
    Close Ads X