Samakan Saja, Tak Perlu Ada Pungutan di Sekolah

Kompas.com - 01/11/2012, 07:41 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Meskipun pungutan pada sekolah berlabel rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI) sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud), Aliansi Orang Tua Peduli Pendidikan Indonesia (APPI) tetap berharap pungutan ini ditiadakan.

Sekretaris APPI Jumono membenarkan pungutan dalam bentuk donasi sebagai dalih untuk pembenahan sarana-prasarana sekolah berkelas RSBI ini memang sesuai dengan Permendikbud. Namun, hal ini semakin menguatkan bahwa pendidikan yang dianggap berkualitas hanya diperuntukkan bagi kalangan yang mampu.

"Memang ada kuota 20 persen bagi siswa yang tidak mampu. Tapi, masalahnya anak-anak tidak mampu yang secara kualitas pendidikan mampu itu lebih dari 20 persen," ujar Jumono saat dijumpai di Mahkamah Konstitusi, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (30/10/2012).

Karena itu, pihaknya ikut mendukung percepatan putusan kasus RSBI yang menggugat Pasal 50 Ayat (3) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jika gugatan ini dikabulkan, status RSBI akan dihapuskan dan pungutan berdasarkan Permendikbud tersebut juga akan hilang.

"Jadi, semuanya sama dan setara. Tidak ada yang diharuskan untuk memberikan pungutan," jelas Jumono.

Pada kenyataannya pungutan yang disebut sebagai alat untuk perbaikan sarana-prasarana dan kualitas pendidik tidak menunjukkan apa pun. Sarana-prasarana bagi peserta didik masih jauh dari memadai dan kualitas pendidik juga masih kurang mumpuni dalam tataran sekolah bertaraf internasional.

Seperti diketahui, orangtua akan dimintai pungutan secara beragam tergantung tingkatan sekolahnya. Di tingkat sekolah dasar (SD), pungutannya berkisar Rp 175.000-Rp 300.000. Pada tingkat sekolah menengah pertama (SMP), pungutan berada pada angka Rp 350.000-Rp 750.000.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorCaroline Damanik

    Terkini Lainnya

    Bukti Pamungkas Prabowo-Sandi, Akankah Mengubah Hasil Pemilu?

    Bukti Pamungkas Prabowo-Sandi, Akankah Mengubah Hasil Pemilu?

    Nasional
    Ketua DPP PDI-P Sebut Percepatan Kongres V Bukan karena Megawati Ingin Mundur

    Ketua DPP PDI-P Sebut Percepatan Kongres V Bukan karena Megawati Ingin Mundur

    Nasional
    Penetapan Titik Koordinat Rumah Siswa Bikin Lama Verifikasi Berkas PPDB

    Penetapan Titik Koordinat Rumah Siswa Bikin Lama Verifikasi Berkas PPDB

    Megapolitan
    Polisi Tahan Nakhoda dan ABK KM Nusa Kenari 02

    Polisi Tahan Nakhoda dan ABK KM Nusa Kenari 02

    Regional
    Penolakan dan Kepercayaan Diri Tim Hukum 01 Jawab Tuduhan Kecurangan 02 di MK...

    Penolakan dan Kepercayaan Diri Tim Hukum 01 Jawab Tuduhan Kecurangan 02 di MK...

    Nasional
    Sampah di TPA Cipayung Capai 1.000 Ton Per Hari, Pemkot Depok Ingin Percepat Pemindahan ke Lulut Nambo

    Sampah di TPA Cipayung Capai 1.000 Ton Per Hari, Pemkot Depok Ingin Percepat Pemindahan ke Lulut Nambo

    Megapolitan
    Mantan Direktur Umum PD Parkir Makassar Raya Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Dana Parkir

    Mantan Direktur Umum PD Parkir Makassar Raya Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Dana Parkir

    Regional
    [POPULER INTERNASIONAL] Bocah 5 Tahun Tewas Tertimpa Jendela | Mantan Presiden Mesir Meninggal

    [POPULER INTERNASIONAL] Bocah 5 Tahun Tewas Tertimpa Jendela | Mantan Presiden Mesir Meninggal

    Internasional
    MK Gelar Sidang Kedua Sengketa Hasil Pilpres pada Hari Ini

    MK Gelar Sidang Kedua Sengketa Hasil Pilpres pada Hari Ini

    Nasional
    Jemaah Ahmadiya Lombok Timur Sudah Tak Bisa Kembali ke Kampung Halaman

    Jemaah Ahmadiya Lombok Timur Sudah Tak Bisa Kembali ke Kampung Halaman

    Regional
    Warga di Probolinggo Tolak Pembangunan Gedung Kremasi

    Warga di Probolinggo Tolak Pembangunan Gedung Kremasi

    Regional
    [POPULER MEGAPOLITAN]: Mantan Kapolda Mengaku Tak Tahu Apa Salahnya I Kivlan Akui Terima 4.000 Dollar Singapura untuk Aksi Supersemar I Penumpang Expander Korban Kecelakaan Cipali Satu Keluarga

    [POPULER MEGAPOLITAN]: Mantan Kapolda Mengaku Tak Tahu Apa Salahnya I Kivlan Akui Terima 4.000 Dollar Singapura untuk Aksi Supersemar I Penumpang Expander Korban Kecelakaan Cipali Satu Keluarga

    Megapolitan
    Kejati Jatim Usut Dugaan Penyalahgunaan Aset Negara Triliunan Rupiah di Surabaya

    Kejati Jatim Usut Dugaan Penyalahgunaan Aset Negara Triliunan Rupiah di Surabaya

    Regional
    Progres Pembangunan LRT Jabodebek Capai 62,6 Persen

    Progres Pembangunan LRT Jabodebek Capai 62,6 Persen

    Megapolitan
    Perwakilan Majalah Tempo dan Eks Komandan Tim Mawar Akan Hadiri Mediasi di Dewan Pers

    Perwakilan Majalah Tempo dan Eks Komandan Tim Mawar Akan Hadiri Mediasi di Dewan Pers

    Nasional

    Close Ads X