Hapus RSBI, Hilangkan Diskriminasi Pendidikan

Kompas.com - 01/11/2012, 15:03 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Selama ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tidak berhenti untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Salah satunya dengan membuka Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI).

Namun, sayangnya, keberadaan RSBI ini justru menjadi bumerang karena dianggap sebagai bentuk diskriminasi dan kastanisasi bagi siswa tidak mampu. Untuk itu, berbagai pihak mengambil langkah untuk judicial review terhadap Pasal 50 Ayat (3) UU No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Sekretaris Jenderal Forum Serikat Guru Indonesia (FSGI) Retno Listyarti mengatakan, pihaknya berharap Mahkamah Konstitusi segera memutuskan uji materi pembatalan Pasal 50 Ayat (3) UU No 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas yang menjadi pintu masuk dilaksanakannya RSBI.

"Percepatan keputusan ini penting agar ada kepastian hukum sehingga RSBI segera dihapus," kata Retno kepada Kompas.com, Selasa (30/10/2012).

Ia mengungkapkan, penghapusan RSBI ini berarti menghilangkan diskriminasi dan kastanisasi dalam pendidikan. Pasalnya, keberadaan RSBI ini semakin mengukuhkan bahwa hanya anak yang mampu berhak atas pendidikan yang dianggap berkualitas.

Meski ada kuota sebesar 20 persen untuk siswa tidak mampu dapat masuk ke RSBI, hal tersebut tidak menghapuskan diskriminasi ini. Kondisi lingkungan yang terbangun dalam sekolah itu terkadang mengintimidasi anak-anak dari kalangan keluarga kurang mampu ini selama belajar di RSBI.

"Seluruh sekolah di Indonesia sama dan harus berkualitas sebagaimana amanat UUD 1945," tandasnya.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorCaroline Damanik

    Terkini Lainnya

    Mulai Banyak Dilirik, 4 Kampus Ini Buka Prodi Kekinian “Big Data”

    Mulai Banyak Dilirik, 4 Kampus Ini Buka Prodi Kekinian “Big Data”

    Edukasi
    LTMPT: Penerimaan Jalur SBMPTN 2019 Tergantung 6 Hal Ini

    LTMPT: Penerimaan Jalur SBMPTN 2019 Tergantung 6 Hal Ini

    Edukasi
    Titik Terang Penyebab Korban Tewas Saat Kerusuhan 21-22 Mei...

    Titik Terang Penyebab Korban Tewas Saat Kerusuhan 21-22 Mei...

    Nasional
    Ini Identitas 3 Jenazah Penumpang KM Nusa Kenari 02 yang Baru Ditemukan

    Ini Identitas 3 Jenazah Penumpang KM Nusa Kenari 02 yang Baru Ditemukan

    Regional
    Keluarga Korban Kerusuhan 21-22 Mei Mohon Perlindungan ke LPSK

    Keluarga Korban Kerusuhan 21-22 Mei Mohon Perlindungan ke LPSK

    Megapolitan
    Penembakan di Perayaan Juara Klub NBA Toronto Raptors, 2 Orang Terluka

    Penembakan di Perayaan Juara Klub NBA Toronto Raptors, 2 Orang Terluka

    Internasional
    Bukti Pamungkas Prabowo-Sandi, Akankah Mengubah Hasil Pemilu?

    Bukti Pamungkas Prabowo-Sandi, Akankah Mengubah Hasil Pemilu?

    Nasional
    Ketua DPP PDI-P Sebut Percepatan Kongres V Bukan karena Megawati Ingin Mundur

    Ketua DPP PDI-P Sebut Percepatan Kongres V Bukan karena Megawati Ingin Mundur

    Nasional
    Penetapan Titik Koordinat Rumah Siswa Bikin Lama Verifikasi Berkas PPDB

    Penetapan Titik Koordinat Rumah Siswa Bikin Lama Verifikasi Berkas PPDB

    Megapolitan
    Polisi Tahan Nakhoda dan ABK KM Nusa Kenari 02

    Polisi Tahan Nakhoda dan ABK KM Nusa Kenari 02

    Regional
    Penolakan dan Kepercayaan Diri Tim Hukum 01 Jawab Tuduhan Kecurangan 02 di MK...

    Penolakan dan Kepercayaan Diri Tim Hukum 01 Jawab Tuduhan Kecurangan 02 di MK...

    Nasional
    Sampah di TPA Cipayung Capai 1.000 Ton Per Hari, Pemkot Depok Ingin Percepat Pemindahan ke Lulut Nambo

    Sampah di TPA Cipayung Capai 1.000 Ton Per Hari, Pemkot Depok Ingin Percepat Pemindahan ke Lulut Nambo

    Megapolitan
    Mantan Direktur Umum PD Parkir Makassar Raya Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Dana Parkir

    Mantan Direktur Umum PD Parkir Makassar Raya Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Dana Parkir

    Regional
    [POPULER INTERNASIONAL] Bocah 5 Tahun Tewas Tertimpa Jendela | Mantan Presiden Mesir Meninggal

    [POPULER INTERNASIONAL] Bocah 5 Tahun Tewas Tertimpa Jendela | Mantan Presiden Mesir Meninggal

    Internasional
    MK Gelar Sidang Kedua Sengketa Hasil Pilpres pada Hari Ini

    MK Gelar Sidang Kedua Sengketa Hasil Pilpres pada Hari Ini

    Nasional

    Close Ads X