Kompas.com - 02/11/2012, 15:57 WIB
EditorJodhi Yudono

JAKARTA, KOMPAS.com--Pakar Sosiolinguistik Prof Fathur Rokhman mengatakan pemerintah harus berorientasi pada model pembelajaran Bahasa Indonesia yang komunikatif bukan pada model grammatikal.

"Jadi orientasi pembelajaran Bahasa Indonesia pada model kompetensi yang komunikatif dan bermakna. Materi-materi pembelajaran tersebut di dalam fungsi komunikasi yang dilakukan di masyarakat serta ruang publik di dalam bidang profesional dan industri," kata kata Fathur Rokhman kepada ANTARA, di Jakarta, Kamis.

Menurut dia,pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah harus dikembalikan kepada orientasi pembelajaran bahasa pada fungsi komunikasi bahasa secara baik dan benar bukan lagi pada pengetahuan bahasa yang selama ini masih marak di buku-buku sekolah.

Hal itu bertujuan untuk membuat pembelajar mengetahui benar bahasa yang dipelajari dengan segala macam kosakata Bahasa Indonesia.

Karena itu, kata dia, guru dituntut lebih kreatif dalam menerapkan varian kosakata dengan menggunakan contoh atau ilustrasi yang sesuai dengan situasi pemakaiannya agar peserta didik terbiasa berbahasa Indonesia dengan baik.

"Guru bisa memberikan tugas menulis, memahami bacaan, bercerita dengan menggunakan imajinasi, dan lain-lain " ujar Pembantu Rektor Bidang Pengembangan dan Kerja sama Universitas Negeri Semarang (Unnes) tersebut.

Hal senada juga diungkapkan Dosen Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia (FIB UI), Untung Yuwono. Menurut dia, saat ini  paradigma yang digunakan adalah paradigma komunikatif.

Ia mengatakan paradigma komunikatif bertujuan untuk membuat pembelajar mengetahui benar bahasa yang dipelajari dengan segala variannya yang disesuaikan dengan situasi.

Karena itu, guru dituntut memiliki energi yang besar dalam mengajar bahasa Indonesia berbasis paradigma komunikatif ini.

"Tenaga pendidik tentunya diharuskan kreatif dalam menyiapkan bahan ajar dan cara pengajaran yang menyenangkan sehingga para siswa dapat belajar bahasa dengan menyenangkan," ujar dia.

Sebelumnya, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Mahsun berpendapat, bahasa Indonesia saat ini hampir tidak menjadi tuan di rumah sendiri.

"Kita saksikan bagaimana kondisi bahasa Indonesia saat ini yang hampir tidak menjadi tuan di rumah sendiri," kata Mahsun pada Puncak Bulan Bahasa dan Sastra 2012 yang di Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Jakarta, Selasa.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.