Bersahabat dengan Air Lewat Science Film Festival - Kompas.com

Bersahabat dengan Air Lewat Science Film Festival

Kompas.com - 05/11/2012, 15:44 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Bayangkan jika air tidak lagi mau bersahabat karena manusia tidak pernah menjaga keberadaannya. Tentu bencana seperti banjir dan penurunan muka tanah tak akan terelakkan lagi. Untuk itu, Science Film Festival 2012 yang mengangkat tema besar tentang air diharapkan dapat mengedukasi generasi muda untuk menjaga keseimbangan alam termasuk air.

Lewat nonton gratis film-film dokumenter yang bercerita tentang air, anak-anak bisa belajar untuk bersahabat dengan air dan turut berpikir tentang masa depan lingkungan mereka. Film-film akan diputar di 17 kota, yaitu Medan, Jakarta, Bandung, Salatiga, Solo, Yogyakarta, Surabaya, Bali, Mataram, Pontianak, Makassar, Gowa, Manado, Ambon, Sorong, Manokwari, Jayapura, dari tanggal 1-15 November 2012.

Direktur Eksekutif Indonesia Water Institute, Firdaus Ali, mengatakan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia dikelilingi air. Namun ironis, banyak daerah yang justru kekurangan pasokan air bahkan harus merogoh kocek untuk membeli air atau berjalan naik turun gunung untuk memperoleh persediaan air.

"Ini tidak hanya terjadi di pedalaman. Di Jakarta saja, masalah kurangnya ketersediaan air ini terjadi. Kegiatan ini bagus tujuannya. Harapannya tentu anak-anak ini mulai sadar untuk menjaga lingkungannya," kata Firdaus saat jumpa pers Science Film Festival 2012 di Blitzmegaplex, Jakarta, Kamis (1/11/2012).

Ia menambahkan bahwa kesadaran untuk menjaga lingkungan terutama air ini harus ditularkan pada masyarakat luas bukan hanya anak-anak. Namun anak-anak ini dapat menjadi penggerak untuk memulai hal kecil seperti tidak membuang sampah sembarangan di sungai misalnya.

"Coba saja, di Jakarta ini ada 13 sungai yang mengalir. Tapi semuanya memiliki kondisi air yang tak layak," jelas Firdaus.

"Belum lagi wilayah Priok. Itu tiap tahun mengalami penurunan tanah. Jika tidak dibangun infrastruktur dan kesadaran masyarakatnya, bukan tidak mungkin tahun 2050 pinggir pantai sudah sampai Dukuh Atas," imbuhnya.

Menurutnya, anak-anak usia sekolah ini harus mulai memahami hal semacam ini mengingat nantinya mereka yang akan tinggal di kota ini. Penyampaian melalui media dan gambar yang menarik serta analogi yang mudah dicerna membuat pesan yang disampaikan mudah diingat oleh mereka.

"Membangun komitmen dan kesadaran ini memang lebih efektif dengan bantuan media tertentu. Ingatkan bahwa air adalah sumber kehidupan," tandasnya.

Seperti diketahui sebelum pemutaran film berlangsung, anak-anak disuguhi trailer dari acara Science Film Festival 2012. Salah satu gambaran yang diberikan jika anak-anak ini tidak mau menjaga hubungan baik dengan alam maka bisa saja menara Eiffel atau patung Liberty akan tenggelam yang berarti populasi di sekitarnya juga akan ikut tersapu air yang marah.

Masih ada waktu hingga pekan depan untuk menonton film secara gratis di Science Film Festival 2012. Jadwal pemutaran film dan lokasi pemutaran bisa langsung diperoleh dengan menghubungi GoetheHaus (021-23550208), Universitas Paramadina (021 79181188), dan PPIPTEK TMII (021 8401488) atau melalui akun Facebook Science Film Festival 2012.


EditorCaroline Damanik
Komentar
Close Ads X