Kompas.com - 13/11/2012, 12:20 WIB
Penulis Ali Sobri
|
EditorCaroline Damanik

JAKARTA, KOMPAS.com - Pendidikan terus berkembang. Menurut Master Training Parenting Menebar Energi Positif Yusron Aminullah, cara mendidik anak dari zaman ke zaman tidak akan pernah sama. Orangtua harus dinamis dalam memenuhi kebutuhan dasar seorang anak dan membekali dirinya dalam menghadapi masa depan.

"Anak-anak sekarang adalah milik zaman ini. Orangtua harus menyadari itu, bahwa setiap zaman, anak-anak kita akan sangat berbeda, maka mendidik anak yang baik pun harus sesuai dengan zaman mereka," ucap Yusron dalam Workshop Parenting di Festival Taman Bacaan Nasional, Kemdikbud, Jakarta, awal November lalu.

Dia menjelaskan, saat ini ada beberapa anak yang di usia mudanya sudah memiliki kematangan berpikir yang baik. Mereka memiliki daya tangkap penerimaan informasi yang cepat, memiliki pengamatan yang tajam, daya pikir yang lebih kritis serta daya ingat yang lebih kuat dari para orangtuanya.

"Jadi kalau ada orangtua yang merasa lebih pintar dari anaknya, itu salah sekali. Anak-anak bisa lebih pintar sehingga tidak selamanya lagi para orangtua yang memberi tahu anak-anak mereka. Karenanya, orangtua harus bersedia sharing, membagi dan menerima sesuatu dengan anak-anaknya," tutur Yusron lagi.

Meski kondisi yang terjadi demikian, Yusron mengatakan orangtua tetap bisa menunjang kematangan berfikir anak-anaknya, yaitu dengan berbagi pengalaman hidup serta mengolah kematangan emosional mereka.

"Kurangi berbicara 'kepada', melainkan perbanyak bicara 'dengan' anak-anak. Mengapa? Sebab, berbicara kepada itu lebih mengarah ke komunikasi satu arah yang hanya mengedepankan logika, sedangkan berbicara dua arah, berarti menggunakan hati kita. Itulah energi positif yang harus disebarkan kepada mereka, anak-anak kita. Komunikasi yang memadai, komunikasi dua arah," tegasnya lagi.

Energi positif yang dimaksudkan, lanjut Yusron adalah energi yang sering dipancarkan dari tubuh kita, nilainya tidak akan pernah berubah, sebab energi bersifat kekal.

"Nah energi ini, selalu ada dalam tubuh kita. Kalau yang kita pancarkan dari tubuh kita adalah energi positif, maka yang akan kembali adalah energi positif, demikian sebaliknya," ujar Yusron lagi.

Lebih jelas, menebar energi positif sesungguhnya selalu dianjurkan setiap agama. Pelajaran soal ringan tangan (beramal), rajin bekerja, berprasangka baik, membagi kasih, sampai yang paling sederhana, dan membagi senyum selalu disiarkan oleh setiap agama.

"Yang perlu kita lakukan adalah memelihara energi itu agar tetap memancarkan nilai positif. Caranya selalu ikhlas, dan merespon segala hal dengan positif," katanya.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.