Kompas.com - 15/11/2012, 17:05 WIB
EditorBenny N Joewono

NUSA DUA, KOMPAS.com - Universitas Islam Al Madinah Al Munawwarah menyediakan 150 program beasiswa khusus untuk calon mahasiswa asal Indonesia yang ingin belajar di salah satu perguruan tinggi negeri di Arab Saudi itu.

"Setiap tahun kami memberikan jatah rata-rata 150 beasiswa untuk calon mahasiswa asal Indonesia," kata Juru Bicara Universitas Islam Al Madinah Al Munawwarah, Azmi Syukri Zarkasyi di Nusa Dua, Bali, Kamis (15/11/2012).

Menurut dia, beasiswa tersebut diberikan oleh pemerintah Arab Saudi secara penuh kepada mahasiswa S-1 Universitas Islam Madinah asal Indonesia yang pengajuan aplikasi lamarannya dinyatakan diterima.

Pengajuan aplikasi lamaran bisa dilakukan melalui alamat "website" (laman) www.iu.edu.sa mulai saat ini untuk tahun akademik 2013 yang perkuliahannya dimulai pada bulan September.

Selain beasiswa, semua akomodasi mahasiswa asal Indonesia yang kuliah di Universitas Islam Madinah tersebut ditanggung oleh pemerintah Arab Saudi, termasuk uang makan dan tempat tinggal.

"Pemerintah Arab Saudi juga memberikan tiket gratis Madinah-Indonesia pergi-pulang sekali dalam setahun. Tiket gratis itu diberikan pada saat libur musim panas pada Juni-Juli-Agustus," paparnya saat ditemui di arena pameran pendidikan yang digelar oleh lembaga pemeringkatan perguruan tinggi "Quacquarelli Symonds" dan Institut Pertanian Bogor (IPB) di BICC The Westin Nusa Dua itu.

Azmi menambahkan bahwa mahasiswa asal Indonesia juga diberi kesempatan menunaikan ibadah haji dan umrah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Apalagi jarak kampus kami dengan Masjid Nabawi (Madinah) hanya 10 kilometer atau dapat ditempuh dalam waktu 15 menit dengan kendaraan umum. Mahasiswa pun banyak yang memanfaatkan waktunya untuk beribadah di masjid itu," ujar putra keempat pimpinan Pondok Pesantren Modern Gontor, Ponorogo, Jawa Timur, KH Abdullah Syukri Zarkasyi, itu.

Di Universitas Islam Madinah terdapat 11 fakultas, yakni Syariah, Dakwah dan Ushuluddin, Alquran dan Studi Islam, Bahasa Arab, Pengajaran Bahasa Arab Untuk Pemula, Sains, Komputer dan Informatika, Teknik, Kedokteran, Farmasi, dan Hadist.

Setelah lulus S-1, para mahasiswa masih bisa mendapatkan beasiswa secara penuh untuk melanjutkan program S-2 dan S-3 di perguruan tinggi negeri yang memiliki 22 ribu orang mahasiswa, 80 persen di antaranya berasal dari luar Arab Saudi itu.

Sampai saat ini jumlah mahasiswa asal Indonesia yang kuliah di Universitas Islam Madinah itu sekitar 350 orang. Pada 2011 jumlah mahasiswa Indonesia yang mendapatkan beasiswa di kampus itu sebanyak 170 orang, sedangkan tahun ini sebanyak 130 orang.

"Sebenarnya pemberian beasiswa kepada calon mahasiswa asal Indonesia itu telah berlangsung sejak 1970-an, tapi jumlahnya tidak sampai 150. Mengingat besarnya perhatian pemerintah Arab Saudi, maka jatah beasiswa untuk mahasiswa Indonesia terus ditambah," kata pria yang kini menempuh program S-2 Fakultas Dakwah dan Ushuluddin Universitas Islam Madinah itu.

Selain pulang ke Tanah Air, lulusan Universitas Islam Madinah asal Indonesia ada yang bekerja di instansi pemerintahan di Arab Saudi. "Pemerintah Arab Saudi memberikan kesempatan yang besar kepada lulusan Universitas Islam Madinah," tukas Azmi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.