Paduan Suara Undip Juarai Lomba di China

Kompas.com - 15/11/2012, 22:00 WIB
EditorBenny N Joewono

SEMARANG, KOMPAS.com - Paduan Suara Universitas Diponegoro Semarang memenangi lomba bertitel "1st Xinghai Prize International Choir Championship 2012" di Guangzhou, China.

"Paduan Suara (PS) Undip berhasil menggondol dua medali emas, dan satu platinum untuk tiga kategori yang dilombakan," kata Rektor Undip Prof Sudharto P Hadi saat menyambut kedatangan PS Undip di Semarang, Kamis (15/11/2012) malam.

Menurut dia, keberhasilan Tim PS Undip mencetak prestasi gemilang di ajang internasional itu memberikan kebanggaan tersendiri, sebab kompetisi tersebut diikuti berbagai perwakilan dari negara-negara lain.

Ia mengatakan para delegasi Undip yang berlomba di China itu tidak sekadar berkompetisi di bidang paduan suara, tetapi bisa belajar dan saling berinteraksi dengan kontestan negara lain dengan kultur yang berbeda.

"Para mahasiswa bisa belajar memahami budaya masing-masing negara, etos kerja yang dimiliki. Dengan ini, mereka bisa mengambil nilai-nilai positif dari kontestan lain dengan berbagai kultur dan budaya," katanya.

Selain itu, kata dia, para delegasi Undip dalam ajang kompetisi paduan suara internasional itu sekaligus menjadi duta budaya yang mengenalkan berbagai kebudayaan tradisional Indonesia pada masyarakat dunia.

"Mereka (Tim PS Undip, red,) kan menampilkan lagu-lagu rakyat yang menjadi bagian budaya tradisional Indonesia dalam ajang itu. Secara tidak langsung mereka mengenalkan kearifan lokal Indonesia ke dunia," katanya.

Sudharto mengatakan prestasi yang telah diraih mahasiswa Undip itu harus terus dikembangkan, termasuk dalam berbagai bidang lain sehingga bisa mengharumkan nama kampus dan Indonesia di mata internasional.

Sementara itu, Nanik Trihastuti, pendamping Tim PS Undip yang berlomba ke China mengatakan tingkat persaingan dalam kompetisi besar yang digelar mulai 8-14 November 2012 itu memang cukup berat dan melelahkan.

"Sebagian besar peserta berasal dari sekolah konservatori musik di berbagai negara, seperti Rusia, Belarusia, Swedia, Norwegia, dan Filipina. Mereka ini sebenarnya termasuk para pesaing berat," katanya.

Meski demikian, kata dia, ternyata PS Undip berhasil menggondol medali untuk tiga kategori, yakni "mix" yang meraih emas, "pop" sanggup meraih emas, sementara kategori "folklore" (lagu daerah) meraih platinum.

"Pada kategori ’folklore’, kami menampilkan empat lagu daerah, antara lain Kicir-Kicir dari Jakarta, Gundul-Gundul Pacul dari Jawa, dan E Mambo Simbo dari Papua. Lagu-lagu ini mendapat sambutan hangat," kata Nanik.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X