Kompas.com - 30/11/2012, 18:57 WIB
|
EditorRusdi Amral

JAKARTA, KOMPAS.com — Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memberikan beasiswa kepada keluarga  salah seorang guru peserta program Sarjana Mengajar Daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal, Winda Yulia, yang tewas tenggelam di Aceh Timur. Pemberian beasiswa ini merupakan wujud perhatian Kemdikbud atas pengorbanan alumnus terbaik Jurusan Matematika Universitas Pendidikan Indonesia tersebut.

"Semangat Winda akan kami teruskan melalui keluarganya untuk bersekolah," kata Direktur Pendidik dan Tenaga Kependidikan Direktorat Pendidikan Tinggi Kemdikbud Supriadi Rustad di Bandung, Jumat (30/11/2012), seusai penyemayaman jenazah Winda di Universitas Pendidikan Indonesia  (UPI).

Supriadi menjelaskan, beasiswa akan diberikan kepada keluarga korban yang ditinggalkan. Beasiswa akan diberikan kepada seluruh keluarga kandung dari Winda. Apabila tidak terdapat keluarga kandung,  satu orang yang ditunjuk oleh keluarga menjadi perwakilan. "Beasiswanya full coverage," ujar Supriadi.

Supriadi mengatakan, pemerintah menghargai jasa almarhumah, dan menganggap dia mengalami musibah saat menjalankan tugas negara. Rektor UPI Sunaryo Kartadinata menambahkan, pihak universitas akan berusaha memfasilitasi keinginan keluarga dari Geugeut Zaludiosanusa Anafi. Pencarian terhadap Geugeut oleh tim SAR dan pihak UPI akan terus dilanjutkan. Hal ini sesuai dengan permintaan keluarga. "Ada sebanyak dua tim yang ikut memantau, dari kami dan juga dari Universitas Negeri Medan," tuturnya.

Winda berpulang seusai menghadiri rapat koordinasi Sarjana Mengajar Daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (SM3T) di Kantor Dikpora Kabupaten Aceh Timur, sekitar pukul 17.00 WIB, Senin (26/11/2012). Seharusnya, Winda, ketiga rekannya, dan dua  sopir akan kembali ke Desa Melidi, tempat mereka bertugas. Namun, arus sungai menghantam perahu  yang ditumpangi. Setelah melalui pencarian selama empat hari, Winda akhirnya ditemukan tak bernyawa, Kamis  (29/11/2012) siang.

Adapun rekannya, Geugeut, masih dalam tahap pencarian. Seusai menghadiri penyemayaman di UPI,  Supriadi juga sangat berharap Geugeut dapat ditemukan dalam keadaan selamat. SM3T adalah program sarjana pendidikan untuk berpartisipasi dalam percepatan pembangunan pendidikan di daerah 3T selama satu tahun. Program ini akan dilanjutkan dengan Program Pendidikan Profesi Guru.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X