Kurikulum Pendidikan 2013 Juga Tekankan Estetika

Kompas.com - 07/12/2012, 21:45 WIB
EditorBenny N Joewono

MATARAM, KOMPAS.com — Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh mengatakan, kurikulum pendidikan baru yang direncanakan diterapkan mulai 2013 juga menekankan estetika yang antara lain mencakup seni dan budaya.

"Kalau kita perhatikan kurikulum yang baru, selalu ada pelajaran seni dan budaya karena kita ingin membangun masa depan anak didik yang berbudaya dan memiliki jiwa seni sehingga apa yang disampaikan kepada anak didik bukanlah hal-hal yang tidak memperhatikan nilai-nilai keindahan," kata Nuh pada pembukaan Gelar Tani Nusantara ke-14 di Mataram, Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (7/12/2012) malam.

Ia mengatakan, dalam kurikulum baru yang sedang memasuki uji publik, ditekankan urusan logika etika dan estetika yang diterjemahkan dalam bentuk kompetensi fiskal, kompetensi keterampilan, dan kompetensi pengetahuan.

Pihaknya tidak ingin mencerdaskan seseorang untuk pandai saja, tetapi juga peningkatan logika agar nyaman dalam berkomunikasi dan santun dalam berekspresi.

Oleh karena itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) makin fokus menggarap tiga wilayah berpikir dan bertindak di kalangan pelajar, yakni logika, etika, dan estetika.

Logika mengandalkan penguatan rasionalitas, etika untuk menumbuhkan kesantunan dalam berperilaku dan berinteraksi, serta estetika untuk tampakan atau ekspresikan keindahan.

Ketiga hal itu menjadi bagian penting dalam kurikulum pendidikan 2013, yang disiapkan untuk menggantikan kurikulum pendidikan 2006.

Terdapat empat tahapan uji publik kurikulum baru 2013 yang sedang dijalankan oleh Kemdikbud, yaitu penyusunan kurikulum secara internal di Kemdikbud, pemaparan desain kurikulum di hadapan Wakil Presiden, pelaksanaan uji publik, dan penyempurnaan.

"Hari ini merupakan bagian dari upaya menampilkan keindahan sebagaimana dimaksud dalam kurikulum pendidikan baru itu," ujar Nuh di hadapan ribuan massa yang memadati Lapangan Sangkareang Mataram.

Gelar Tari Nusantara yang berlangsung hingga 9 Desember itu diselenggarakan oleh Kemdikbud bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi NTB serta Institut Kesenian Jakarta (IKJ).

Pesertanya dari 14 provinsi di Indonesia, dan kegiatannya terpusat di dua lokasi, yakni Lapangan Sangkareang Mataram untuk aksi luar gedung dan di Aula Taman Budaya Mataram untuk kegiatan dalam gedung.

Pembukaan Gelar Seni Nusantara 2012 itu diwarnai dengan pentas tari dari 14 provinsi di Indonesia, yang diawali dengan tarian Gendang Beleq yang dipentaskan penari dari NTB sebagai tuan rumah, dan diakhiri dengan tarian Topeng Ireng dari Jawa Tengah.

Gelar Tari Nusantara itu merupakan bagian dari rangkaian kegiatan peringatan Hari Nusantara 2012 yang dipusatkan di Pulau Lombok, NTB.

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    Close Ads X