Kompas.com - 14/12/2012, 12:33 WIB
EditorCaroline Damanik

MATARAM, KOMPAS.com - Pemerintah menambah porsi jumlah mahasiswa baru di perguruan tinggi negeri (PTN) melalui jalur undangan pada pelaksanaan Seleksi Nasional Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2013. Sebanyak 60 persen dari total kuota kursi PTN tahun depan akan diisi melalui seleksi ini. Setiap PTN bisa mengalokasikan 50-60 persen kuota kursinya untuk jalur ini.

Seluruh siswa diperkenankan ikut melalui jalur ini. Nanti, pemerintah yang akan menyeleksi lewat mekanisme seleksi berdasarkan nilai rapor dan ujian nasional (UN). Syaratnya, di tahap awal, para kepala sekolah harus memasukkan data para siswa ke dalam Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) melalui laman resmi PDSS.

Rektor Universitas Mataram H Sunarpi, mengatakan, mekanisme ini rentan. dengan kecurangan. Pasalnya, kepsek bisa memanipulasi data yang dimasukkan. Sunarpi mengingatkan para kepsek untuk tidak curang karena sanksi akan menanti.

"Tidak hanya kepala sekolah yang akan diberikan sanksi. Tapi sekolah yang curang dalam mengisi data pada pangkalan data sekolah dan siswa (PDSS) bisa masuk dalam daftar hitam sekolah bermasalah," katanya di Mataram, Rabu (13/12/2012).

Sunarpi khawatir karena data PDSS nantinya akan menjadi acuan yang digunakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sebagai acuan dalam SNMPTN 2013. Sunarpi mengatakan, siswa yang datanya tidak tercantum dalam PDSS bisa segera menyatakan keberatan.

"Bagi siswa yang datanya ternyata tidak sesuai dengan yang diisi oleh kepala sekolahnya, bisa mengajukan keberatan. Siswa bisa melihat datanya karena diberikan kata kunci untuk bisa mengakses laman SMNPTN," tuturnya.

Awasi kerja kepsek

Imbauan juga datang dari Anggota Komisi E DPR Aceh, Tgk Makhyaruddin Yusuf. Makhyaruddin mendorong para kepsek tidak memanipulasi nilai rapor siswa sebagai syarat penerimaan mahasiswa di perguruan tinggi negeri melalui jalur undangan.

"Kami mengimbau kepada seluruh kepala sekolah SMA/sederajat di Aceh tidak berlaku curang terhadap nilai rapor siswa yang akan diusulkan sebagai calon mahasiswa melalui jalur undangan," katanya di Banda Aceh, Rabu.

Menurut Makhyaruddin, jika ingin meluluskan para siswanya melalui jalur undangan, sekolah harus mampu meningkatkan kualitas intelektual para peserta didik agar mampu bersaing dan mendorong mereka untuk memiliki prestasi.

Untuk mencegah terjadinya kecurangan, Makhyaruddin meminta Dinas Pendidikan Aceh untuk mengawasi kinerja kepala sekolah menjelang penyelenggaraan seleksi masuk PTN tahun depan, termasuk dalam pengisian PDSS. Dengan demikian, siswa dengan kualitas terbaik saja yang akan diterima melalui jalur ini dan SNMPTN 2013 melalui jalur undangan bisa digelar tanpa tercemar aksi nepotisme sepanjang prosesnya.

Pengisian data di PDSS akan dimulai pada tanggal 17 Desember 2012 sampai tanggal 8 Februari 2013. Setelah itu, siswa yang ingin mengikuti SNMPTN bisa mulai mendaftar mulai 1 Februari-8 Maret 2013, melalui laman resmi http://www.snmptn.ac.id. Proses seleksi akan digelar 9 Maret-27 Mei 2013 dan hasilnya akan diumumkan pada 28 Mei 2013.

 

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    Close Ads X