Kepsek Mulai Isi Data Siswa untuk SNMPTN 2013 - Kompas.com

Kepsek Mulai Isi Data Siswa untuk SNMPTN 2013

Kompas.com - 21/12/2012, 09:07 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Panitia pelaksana Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2013 telah membuka ruang bagi sekolah untuk mengisi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS), awal pekan ini. Nama siswa harus tercantum dalam PDSS untuk mengikuti rangkaian tahapan SNMPTN 2013 berikutnya.

Ketua Umum Panitia Pelaksana SNMPTN 2013, Akhmaloka, mengatakan bahwa pihak sekolah yang berwenang untuk mengisi PDSS ini sesuai dengan data yang dimiliki siswa. Sesuai jadwal, pengisian PDSS untuk SNMPTN 2013 dimulai pada tanggal 17 Desember 2012 dan akan berakhir pada 8 Februari mendatang.

"Jadwal untuk pengisian PDSS ini memang sudah dimulai. Ini jadi salah satu syarat agar siswa dapat mendaftar SNMPTN," kata Akhmaloka saat dihubungi, Kamis (20/12/2012).

Adapun data yang harus diisikan oleh sekolah dalam PDSS tersebut adalah data sekolah dan data siswa yang berupa rekam jejak sekolah dari nilai anak per semester dan prestasi akademik siswa tersebut. Setelah mengisi PDSS, sekolah akan memperoleh NISN dan password untuk tiap siswa.

"Saya jamin tidak akan ada masalah. Karena jika PDSS sudah tersimpan semua dan NISN serta password terkirim, sekolah akan mendapat konfirmasi secara online," jelas Akhmaloka.

"Jadi jika sudah mendapat konfirmasi tandanya tidak akan ada masalah dan data sudah tercatat pada kami," imbuhnya.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorCaroline Damanik
    Komentar

    Terkini Lainnya

    Peti Matinya Dihancurkan, Lansia di China Dapat Kompensasi Rp 2 Juta

    Peti Matinya Dihancurkan, Lansia di China Dapat Kompensasi Rp 2 Juta

    Internasional
    Mulai Tahun Ini, Calon Jemaah Haji yang Meninggal Dunia Bisa Digantikan Keluarganya

    Mulai Tahun Ini, Calon Jemaah Haji yang Meninggal Dunia Bisa Digantikan Keluarganya

    Nasional
    Kepada Sudirman, Ganjar Minta Diajari Buka 5 Juta Lapangan Kerja dalam 5 Tahun

    Kepada Sudirman, Ganjar Minta Diajari Buka 5 Juta Lapangan Kerja dalam 5 Tahun

    Regional
    Partai Hijau di Australia Desak Legalisasi Ganja

    Partai Hijau di Australia Desak Legalisasi Ganja

    Internasional
    Kekuatan Jokowi Untuk Pilpres 2019 Dianggap Lebih Besar Daripada 2014

    Kekuatan Jokowi Untuk Pilpres 2019 Dianggap Lebih Besar Daripada 2014

    Nasional
    Kasus Korupsi Berlian Rp 208 Triliun, Parlemen Zimbabwe Panggil Mugabe

    Kasus Korupsi Berlian Rp 208 Triliun, Parlemen Zimbabwe Panggil Mugabe

    Internasional
    Tertimpa Boneka Beruang saat Tidur, Bayi 18 Bulan Meninggal

    Tertimpa Boneka Beruang saat Tidur, Bayi 18 Bulan Meninggal

    Internasional
    Politisi PDI-P Sebut Jokowi dan Prabowo Bisa Bersatu, Asalkan...

    Politisi PDI-P Sebut Jokowi dan Prabowo Bisa Bersatu, Asalkan...

    Nasional
    Ida Fauziyah Sebut Perempuan Paling Banyak Terdampak Kemiskinan di Jateng

    Ida Fauziyah Sebut Perempuan Paling Banyak Terdampak Kemiskinan di Jateng

    Regional
    Para Perempuan Pengelola Sampah untuk Selamatkan Bumi

    Para Perempuan Pengelola Sampah untuk Selamatkan Bumi

    Regional
    Sandiaga Bantah Bahas Bersatunya Jokowi-Prabowo Saat Bertemu Ketum PPP

    Sandiaga Bantah Bahas Bersatunya Jokowi-Prabowo Saat Bertemu Ketum PPP

    Nasional
    Berteduh di Pos Ronda, Warga Sukabumi Diduga Tewas Tersambar Petir

    Berteduh di Pos Ronda, Warga Sukabumi Diduga Tewas Tersambar Petir

    Regional
    Kota di AS Larang Polisinya Berlatih dengan Militer Israel

    Kota di AS Larang Polisinya Berlatih dengan Militer Israel

    Internasional
    Dilarang ke Pesta Ultah Teman, Gadis 14 Tahun Lompat dari Lantai 15

    Dilarang ke Pesta Ultah Teman, Gadis 14 Tahun Lompat dari Lantai 15

    Internasional
    Ganjar Tepis Anggapan soal Keterlambatan Pengadaan E-KTP di Jateng

    Ganjar Tepis Anggapan soal Keterlambatan Pengadaan E-KTP di Jateng

    Regional
    Close Ads X